Karena topiknya hutan lahan gambut Kalimantan sejuta
hektar(PLG), rasanya kudu ikut cerita jg, karena
memang itu habitatku.
Sebenarnya kawasan PLG mencakup luas > 1,4 jt ha dan
meliputi wilayah 4 kabupaten/kota di Prov. Kalteng. t
d
: rawa, hutan tropis, daerah pasang surut dg ketebalan
gambut antara 40 cm s.d > 2 meter. Dibangun kawasan
tadi 1995 untuk antisipasi makin menciutnya lahan
pertanian di Jawa. dibuatlah drainase ribuan km, dg
memotong kubah2 gambut (gambut itu bekas
daun2an,batang akar pohon yg mengalami pelapukan dan
prosesnya ratusan tahun, sehingga membentuk semacam
karet busa/spons yg fungsinya bisa mengatur tata air
dan menyerap co2 dan melepasnya secara pelahan2).
Adanya drainase td permukaan air turun, gambut kering
dan mudah terbakar pd musim kemarau, eko sistem rusak
parah. Keasamam tanah sangat tinggi, sehingga untuk
lahan pertanian, memerlukan rekayasa dan biaya tinggi
untuk bisa menghasilkan produk pertanian. Th 1998
terjadi krisis multi dimensi, 1999 proyek di hentikan.
Bukannya tidak bisa di tanami apapun, beberapa bulan
yg lalu Bpk SBY melakukan panen raya di lahan eks PLG
(kebetulan sy ikut hadir disana).
Instruksi Presiden RI no 2 thn 2007, pemerintah
kembali akan melakukan rehab dan revit kawasan eks
PLG, dg strategi yg cocok sbg lahan pertanian dijdkan
lahan pertanian, yg lain akan di kembalikan fungsinya
sbg hutan : ada hutan lindung, hutan mangrove, ada
hutan tanaman rakyat, ada jg di pakai perkebunan dan
penghijauan lainnya. Pertimbangannya modal yg sdh
keluar triliunan, terbengkalai, ekosistem di upayakan
kembali sbgmana mestinya, tata air di kembalikan dg
membangun/memperbaiki pintu2 air yg ada dan tidak
berfungsi. Program ini di harapkan selesai pada 2011.
Sbg informasi jumlah trans yg ada dulu 18.000 KK,
sekarang menyusut masih ada 12.000 an.Beberapa hari
yl, Presiden memberikan "Tosa" = Sepeda motor yg
dibelakangnya pk gerobak, untuk mengangkut hasil bumi
dan traktor tangan sbg tindak lanjut kunjungan ktk
itu. Mudah-mudahan ada manfaatnya. Tksh. Wassalam. Oh
iya, harimau nampaknya gak tahan hidup di rawa, jd
sudah ngungsi sejak zaman nenek moyangnya. <Subasita
PLK- the heart of borneo>
--- den baguse ngarso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Untuk Mas Zam-Zam,
>
> Ikutan memanaskan suasana nih, sekaligus ingin
> belajar kondisi riil hu-
> tan gambut di Kalimantan itu seperti apa. Sepanjang
> yg saya tahu dari
> koran lokal (Kedaulatan Rakyat atau Bernas),
> permasalahan pemba-
> karan/terbakarnya lahan hutan gambut di Kalimantan
> (Tengah) seperti-
> nya cukup mendapat perhatian dunia. Bahkan berita
> ini belakangan
> menjadi berita utama di beberapa koran terkemuka
> negara maju. Ada
> dua hal yg menjadi konsentrasi utama: (1) mengenai
> kerusakan hutan
> tropis yg memiliki peran terhadap keseimbangan alam
> dari green house
> effect, (2) rusaknya susunan ekosistem yg terdapat
> pada hutan gambut,
> yg memberikan implikasi bagi punahnya satwa yang
> dilindungi. Seperti:
> harimau atau orang hutan, yg konon tidak hanya
> menjadi asset Indone-
> sia, tetapi telah menjadi asset internasional.
>
>
________________________________________________________
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/