Mumpung lagi ngomongin hal2 yang berbau KKN, pendapat
saya gini:

Kalo kita berbuat anti KKN itu, untuk tahap
pertama/permulaan yang penting adalah "Fisik
perbuatannya". Karena kita manusia biasa (bukan dukun)
maka kita gak bisa menilai kalo si A itu iklas, si B
itu ria, si C itu ingin dipuji, si D itu biar cepet
dapet jabatan, dsb.

Dinegara yang KKN nya lebih gampang nyarinya dibanding
nyari air bersih dan minyak tanah ini, perilaku nyata
anti KKN itu sangat bermakna dan perlu didukung.
Perkara dia dulu pernah kkn, ambil lembur, dsb. itu
perkara "the past". 

Kalo mau disidik dan dituntut silahkan aja dan kalo
perlu kita semua membuka dosa KKN masing2 untuk
kemudian ditentukan standarnya berdasarkan UU atau
KUHP atau kode etik or any else, hukuman apa yang
pantas.

Yang penting, pendosa pun bisa insyaf (jadi ingat
kisah Umar bin Khattab R.A. yang selalu menangis hebat
dan jatuh pinsan bila mengingat dan diingatkan betapa
jahiliahnya beliau dulu)

So, mari kita bersama2 insyaf, insyaf nasional. Insyaf
berjamaah itu lebih membawa maslahat yang konkret dan
efeknya besar dan positif bagi masyarakat dibanding
insyaf sendiri2 (apalagi kalo cuma dalam hati doang!)

Pejabat2 harus lebih banyak insyafnya dibanding yang
pelaksana apalagi yang muda2!!! Bukan bermaksud apa2,
kan ada pameo yang mengatakan, makin panjang umur maka
makin besar kesempatan dan kemungkinan berbuat dosa,
begitu juga dengan jabatan:)

For better DJPBN!!!
(Apa masih mungkin ya???)  



--- aryanti dwiastuti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> sebetulnya tidak ada kaitannya rasa malu atau takut
> dibilang sok suci atau dengan niat yang akan kita
> lakukan toh orang gak  tau kita akan melakukan
> kebaikan ingin tidak berbuat salah lagi,  toh orang
> juga kan gak tau kita menolak pemberian kecuali
> sifat rianya di bawa-bawa kalau udah berbuat baik
> lalu di ekspose ke semua orang apa lagi dengan ada
> kode etik, lalu reformasi dan sejenisnya  
> 
> 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke