Kegiatan dlm rangka Hari keuangan, di tempat kami juga
g ngapa2 in, cuma ada acara donor darah, pergi ke
panti asuhan untuk meneruskan amanah dr teman2 yg
menyisihkan sebagian rizkynya dan tentu saja upacara,
dg membacakan  pidato ibu menteri keuangan. Acaranya
juga begitu sederhana, mengingat tidak ada biayanya.
Dan tentu sj menghindari hal-hal yg tidak di inginkan.

Mbah, sangat setuju sekali, kl untuk acara hari
keuangan, (termasuk kegiatan olah raga masal yg murah
meriah, SKJ ) di sediakan alokasi dananya di APBN. Krn
ternyata wlpn acaranya sederhana perlu biaya juga.
Mulai dari yg nyiapin sound sistem, sewa tenda, sewa
kursi, bersih2 lapangan, upah pekerja, snack dan minum
peserta upacara (maklum di tempat mbah jm 8 pagi sudah
cukup panas ). Menurut sy ini mm perlu, sekaligus dlm
rangka pembinaan spirit korps, pembinaan SDM, hubungan
dg sesama intansi lingkup keu dsb, dsb. Jd tidak ada
sulap selip dlm pertanggung jawabannya (bc pertgjwb
fiktif???). Semuanya serba jelas, dan bisa di
pertgjwbkn sesuai peruntukkannya. Bendahara (?) tidak
perlu pusing dan cari kuitansi kosong lg. Tapi utk itu
landasannya perlu di ubah dulu (kepres 80 dan
perubahannya). Kan lucu kita punya hari ultah yg kudu
di rayain (bukan dirayain, tp diperingatin) tidak
disediakan biayanya. Jd tidak ada lg dusta diantara
kita.

Yg lain, mbah suka lihat pd kebingungan, kl kedatangan
tamu. Masak tamu tidak di suguhi, ktnya kita ini
termasuk bgsa yg ramah tamah. Wlpn ada kawan yg
bilang, "biarin saja mbah tamunya gak usah disuguhin
apa2, suruh aja bawa bekel sendiri". Jd aneh rasanya
kl dlm rangka hubungan dinas kita tidak pernah
kedatangan tamu dan rasanya lebih aneh lg kl tidak
kita suguhin. Jadul waktu zaman susah, kl ada tamu
kerumah kita betapa malunya ortu kita kl tidak bisa
menghormati tamu,tidak bisa njuguhi walapun hanya utk
segelas teh manis (di Jawa Tengah dan Timur,kl teh
mesti kudu manis) Nampaknya rasa malu pd waktu itu
masih bisa mengalahkan ketiadaan dan lilitan
kemiskinan (dulu beli gula , minyak tanah mesti antre
dan mahal. Eh sekarang jg masih antre ya ). Biar ini
sama2 enak. Tamu yg datang enak dan tuan rumah enak.
Mbah punya usul alokasi utk ini jg perlu ada.  Gak
usah besar2 asal ada dan di anggarkan. 
Di Perusahaan2,ada dana representasi, ada jg dana
promosi. Birokrasi mungkin tidak terlalu perlu promosi
ttp sbg bagian dr komunitas, dan  dlm rangka
"hospitality", penyediaan untuk ini perlu dan menjadi
legal. Mungkin itu salah satu solusi sederhana melawan
korupsi, mark up. Barangkali! Dari hal kecil.

Mbah Jimo


  

--- mi_84213 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Inilah tema besar yang mesti terus di angkat di
> forum ini. Tema2
> bagaimana memerangi korupsi di negeri ini adalah
> sesuatu yg lebih
> diprioritaskan daripada tema2 lain. Bukan berarti
> tema semacam
> penataan organisasi dll adalah tema kecil. Yang saya
> amati kalau tema2
> berkaitan dg korupsi yg antusias kebanyakan anak2
> muda yg memang
> kebanyakan idealis. Sedang bapak2 kita yg menjabat
> eselon sering tidak
> terlihat dalam menanggapinya. Saya nggak tahu
> kenapa. Apa mereka takut
> krn mungkin dulu pernah melakukan hal2 yg kurang
> baik tersebut.
> Sehingga takut dibilang sok suci, munafik dll.
> Sebenarnya tidak perlu
> takut, malu, atau gengsi kalau memang dulu pernah
> berbuat kesalahan.
> Nggak ada manusia yg bebas dari kesalahan, kecuali
> Rosullullah yang
> ma'shum. Jadi, mari bapak2 yg terhormat. Kami tunggu
> sumbangan
> pemikirannya untuk memerangi korupsi. Sehebat kala
> membahas tema2
> besar yg lain. Gimana?
> 
> 
> 



      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke