Assalamu'alaikum WrWb

sekedar fordward berita...semoga menjadi renungan dan pelajaran untuk
kita semua...

----------------------------------------------------------------------
Sumber : www.serambinews.com / Koran serambi tanggal 06 Nopember 2007
----------------------------------------------------------------------
Bendaharawan Depag Diduga Potong Rapel

BIREUEN – Sebagian PNS Depag Bireuen yang lulus formasi 2007 dan
memperoleh gaji rapel beberapa waktu lalu mengaku kecewa. Pasalnya,
rapel yang menjadi hak mereka dipotong bendarahawaran. " Rapel kami
dipotong sampai tiga bulan, " kata salah seorang sumber Serambi. M
Nasir selaku Bendahawaran Gaji Depag Bireuen mengaku tidak
memotongnya, tapi mereka iklas memberikan. " Ada yang memberikan
seratus ribu, ada juga satu bulan gaji, " kata M Nasir kepada Serambi,
Senin (5/11) yang didampingi Kandepag Bireuen, Drs Tgk Djamaluddin dan
Drs Muhlis selaku KTU Depag Bireuen. 

Sumber Serambi mengatakan, saat mereka akan mengambil rapel diberi
penjelasan, mereka (bendahara) bekerja membuat daftar rapel, sebagian
rapel dapat disisihkan untuk mereka dan KPKN Lhokseumawe. Dengan berat
hati, para pegawai yang baru lulus itu terpaksa merelakan uang
tersebut. Selain potongan itu, uang kenaikan gaji bulan Januari,
Februari hingga sekarang belum dibayar, sedangkan bulan Maret dan
seterusnya sudah diterima. Jumlah PNS lulusan tahun 2007 di lingkungan
Depag Bireuen tercatat 33 orang sebagai pendidik dan delapan orang PNS
di Kantor Depag sendiri. Mereka diangkat berdasarkan golongan,
sehingga gaji rapel bervariasi, ada Rp 1 juta/bulan, ada juga yang
memperoleh di bawah angka tersebut. Uang yang diberikan, tambah M
Nasir, dicatat pada buku tersendiri, sebagian diberikan kepada KPKN
Lhokseumawe. Menjawab wartawan, apakah ada aturan untuk memberikan
kepada KPKN, M Nasir mengaku tidak, itu hanya sebagai bentuk perhatian
saja. 

Terhadap tudingan kedua tentang belum dibayarnya tambahan kenaikan
gaji, M Nasir mengaku tambahan gaji sebesar 15 persen bukan belum
dibayar, tapi sedang diproses di KPKN Lhokseumawe dan akan dibayar
dalam waktu dekat. Khusus penambahan gaji, dikatakannya, sebagian
sudah rampung, sebagian sedang diproses dan dalam waktu dekat akan
dibayar. " Banyak pegawai salah pengertian saja, sehingga memunculkan
tudingan negatif, " timpal M Nasir. Kakandepag Bireuen, Drs Tgk
Djamaluddin mengatakan, ia tidak menyuruh bendaharawan gaji untuk
memotong rapel PNS yang baru diangkat. " Saya tidak pernah menyuruh
untuk memotong rapel tersebut. Dan pengakuan bendaharawan adalah iklas
diberikan mereka, " kata Kandepag Bireuen.

----------------------------------------------------------------------

Saleum dari Nanggroe Darussalam

Irhas

Kirim email ke