Wacana Pola Mutasi di DJPB yang akan jadi Model/Percontohan, sebenarnya sudah lama berlangsung. Mungkin ada pertimbangan yang sangat urgen kenapa Sekjen Depkeu menyatakan paling bagus. Kita sendiri mungkin merasa kok mutasi yang "menyusahkan" kayak gini dikatakan paling bagus. Itu mungkin kalau kita telaah dari sisi dampak mutasi bagi pegawai yang katanya banyak "merugikan", Tapi bagaimana kalau dilihat dari sisi lain dari kebijakannya, misalnya... Saat pertama saya ditempatkan di luar jawa, saya sempat berontak, kenapa saya kok di luar jawa? kenapa temen saya yang rangkingnya jauh dibawah saya kok malah di Jawa? Tahun demi tahun saya lalui terasa begitu lama. Akhirnya masa mutasi tiba juga. Rolling Mutasi besar-besaran....."Hidup Mutasi" Hidup Keadilan....I'm back to Java...Temen-temen yg di Jawa akhirnya merasakan juga jadi Perantau. Temen2 saya di DJP, DJBC dan DJKN yang sama-sama perantau sempat iri dengan mutasi kita: "Enak ya bisa masuk Jawa lagi". walaupun akhirnya mereka masuk Jawa juga. Tapi mereka tetap juga merasa tidak adil karena temen mereka (DJP, DJBC dan DJKN) yang di Jawa, tetap aja di Jawa. Bahkan mereka menilai Mutasi kitalah yang bagus... Memang tidak ada Survey atau penelitian tentang Pola Mutasi DJPB. Penilaian yang ada hanya berdasarkan sisi kebijakan dan penilaian subyektif dari temen2 kita di DJP, DJBC dan DJKN, terlepas dari apakah mutasi tersebut berdampak atau tidak terhadap pegawai. Informasi dari teman kita di Kepegawaian, Mutasi di DJPB akan tetap Nomaden (berpindah-pindah). Kita akan jadi pelopor bagi Ditjen lainnya, bukan kita ikut mereka, tapi mereka yang akan ikut kita. Pembenahan intern sedang dilakukan saat ini , mungkin tentang kepastian lamanya di satu tempat, kesejahteraan pegawai yang akan dimutasi, dll. Saya tidak berpihak kemanapun, saya hanya ingin mengajak kita semua berpikir realistis tentang mutasi DJPB. Memang inilah kenyataan yang harus kita hadapi, dari pelaksana sampai pejabat akan ber-Nomaden. Inilah pilihan kita dan apapun resikonya memang itu konsekuensi yang harus kita terima.. Tidak ada yang bisa kita lakukan kalau kita masih tetap bertahan di DJPB, kecuali ikut arus mutasi dengan harapan semoga di masa akan datang, bukan lagi menjadi "momok" bagi pegawainya. Terima kasih. atas tanggapannya
----- Pesan Asli ---- Dari: ekoadadisini <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Minggu, 4 November, 2007 7:24:03 Topik: [Forum Prima] tahukah anda (mutasi), data dan fakta?? :) ESN: saya ingin menggarisbawahi pernyataan bung bedes_sudrun (yang sebenernya saya tunggu2 penjelasannya :)) tentang kalimat "tapi tahukah Saudara bahwa ternyata Pola Mutasi di DJPB dinilai paling bagus di seluruh Depkeu" tentunya akan sangat baik sekali jika bung bedes_sudrun, atau juga mungkin rekan2 lain (yang mengetahui) di milis bisa memberikan uraian penjelasan dan data yang mendukung atas pernyataan di atas, dengan adanya uraian tersebut tentu bisa memberikan pencerahan bagi semua warga DJPB yang mengalami mutasi (bahkan ada yang merasa 'terkutuk' lho..hehehe) dan menyoroti masalah 'klasik' ini ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/ [Non-text portions of this message have been removed]
