--- In [email protected], "fitrariadian" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sudah dipikirin belom kalo tugas belajar itu TCnya 50%, ga dapet uang > makan, trus nantinya ga dapet Tunjangan Umum Juga (bagi yang masih > staff - sperti saya). > Tapi diharapkan jangan berpikiran cost saja ya... Pertimbangkan > bahwa Sekolah lagi merupakan Investasi (baik bagi pegawai ybs, maupun > bagi Depkeu Umumnya, DJPBN Khususnya).... > Jadi jangan khawatir, bagi yang Tugas Belajar, semuanya itu tidak sia- > sia (dan tidak akan disia-siakan?) ...... > > >
Justru krn saya dan temen2 berpendapat bahwa sekolah adalah investasi, maka kami sangat ingin mendapat beasiswa tersebut. Bayangkan, waktu ngirim usulan aja kami dah harus keluar biaya materai untuk surat pernyataan bersedia kembali ke instansi dan surat pernyataan tidak hamil selama masa pendidikan (khusus cewe). Klo itung biaya kan sudah keluar 2 kali enam ribu= 12.000,- Trus biaya pengiriman surat melalui sarana tercepat (TIKI) sekitar 15.000,- ( kami tanggung bersama, bukan dengan biaya kantor loh! ). Makanya kami sangat menyesalkan panggilan yang terlambat itu. Selain akomodasi tentu kesiapan fisik dalam menghadapi ujian perlu diperhatikan. ( Gmana bisa cukup istirahat kalo baru bsa berangkat terburu2 dengan pesawat terakhir, trus cari2 penginapan yang dekat dg lokasi ujian.Yang semuanya membutuhkan waktu dan biaya. ) Belum lagi risiko klo nasib sial seperti kasus D-III dan D-IV Khusus kmrn. Dah bela2in nanggung semua biaya sendiri, eh setelah lulus malah gak diizinkan sekolah ) Betapa nelangsanya........Hiks....
