buat carlin, ada beberapa hal yang saya mau tanyakan soal posting anda. 
  1.  carlin says: kalau saya denger cerita temen-temen saya yang di Ditjen PBN 
sungguh memprihatinkan. Dari mutasi, beasiswa, KPPN Prima semua katanya gak ada 
yang beres---->  boleh saya tahu bagaimana anda bisa sampai pada konklusi 
"sungguh  memprihatinkan" itu? apakah kalimat "Bahkan saya punya temen 
seangkatan  yang kebetulan di Ditjen PBN dan ditempatkan di pelosok negeri"  
merupakan indikator utama anda sehingga sampai pada kesimpulan bahwa  Ditjen 
PBN gk beres dan memprihatinkan? dan kalimat "katanya"  menunjukkan bahwa anda 
sendiri tidaklah yakin dengan premis yang anda  buat.
  
  2. carlin says:Bahkan untuk ikut KPPN-Prima pun katanya ia tidak dijinkan 
karena temen-temennya banyak yang sudah keterima di KPPN Prima ---> setahu 
saya, seleksi KPPN Prima tidak pernah berdasarkan berapa banyak orang yang 
sudah diterima, tetapi berdasarkan pada hasil tes teknis dan psikometri.  
berdasarkan data, bahkan target pembentukan 30 kantor KPPN Prima tidak  dapat 
terpenuhi karena hasil tes yang jauh dari harapan, bahkan pada  tes tahap III 
terakhir, saya dengar (perlu konfirmasi lagi) ada sedikit  kelonggaran pada 
standar kelulusan untuk mengatrol pemenuhan target  pegawai di KPPN Prima.
  
  3.carlin says:Yang lebih menyedihkan lagi tentu nasib adik-adik kelas saya 
yang
    kebetulan mendapat MUSIBAH penempatan di Ditjen PBN. Sampai sekarang
    status mereka belum jelas. Sampai sekarang saya masih terheran-heran
    kok ada kepegawaian di Depkeu yang memperlakukan pegawainya seperti
    itu ---> maksud belum jelas itu seperti apa ya? *berpikir keras mode:on*
  
  makasih sebelumnya.. 
  salam,
  dn- 
  
   

carlin_prince <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                        
    saya ikut prihatin mas.
  Kebetulan saya belum pernah diperlakukan seperti itu.
  kalau saya denger cerita temen-temen saya yang di Ditjen PBN sungguh
  memprihatinkan. Dari mutasi, beasiswa, KPPN Prima semua katanya ga ada
  yang beres. Bahkan saya punya temen seangkatan yang kebetulan di
  Ditjen PBN dan ditempatkan di pelosok negeri.
  
  Pada awalnya dia mau ikutan beasiswa S-1. Tetapi setelah menghubungi
  kepegawainnya katanya angkatan 2002 belum boleh ikut seleksi S-1
  karena belum genap 2 tahun bekerja. Akhirnya temen saya ini ikutan
  seleksi D-4. Ketika ada pengumuman S-1 dia kaget bukan kepalang.
  Ternyata teman-temannya yang seangkatan banyak yang keterima. Akhirnya
  ia pasrah dengan keadaan. Ketika diterima D-4 ia sedikit bergembira.
  Tak apalah ga keterima S-1 asalakan bisa D-4. Tetapi semua harapannya
  sirna seketika ketika D-4 pun tidak bisa. Bahkan untuk ikut KPPN-Prima
  pun katanya ia tidak dijinkan karena temen-temennya banyak yang sudah
  keterima di KPPN Prima.
  
  Yang lebih menyedihkan lagi tentu nasib adik-adik kelas saya yang
  kebetulan mendapat MUSIBAH penempatan di Ditjen PBN. Sampai sekarang
  status mereka belum jelas. Sampai sekarang saya masih terheran-heran
  kok ada kepegawaian di Depkeu yang memperlakukan pegawainya seperti
  itu. Sungguh saya ikut bersimpati kepada kalian.
  
  Sabar ya, rezim seperti itu pasti akan lengser juga.
  
  
      
                                                    

       
---------------------------------
Get easy, one-click access to your favorites.  Make Yahoo! your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke