mas danke yang baik akan coba saya uraikan agar lebih jelas. 1. Temen-temen saya yang di pelosook negeri banyak sekali yang curhat sama saya. Ada yang bilang kepala kantor ga profesional, katanya like and dislike lah. Dan lain-lainlah. Padahal saya membayangkan bahwa mereka di pelosok tuh sama-sama merantau. Apa tidak bisa memunculkan suasana yang kondusif agar para perantau yang notabene sebagai ujung tombak dan pahlawan bagi ditjen PBN (versi saya) sehingga anak-anak muda ini tidak merasa disiasiakan. Kalau menurut saya, menurut ilmu kejiwaan juga, andaikan bos-bos mereka di PB ini jahat sekalipun mungkin ga akan menjadi masalah ketika mereka dekat dengan orangtua dan orang-orang yang mereka cintai. Masalahnya mereka itu merantau. Oh, kasiahn sekali mereka kurang cinta dari kantornya. Ini dalam pandangan saya. Itu mengapa saya menganggap temen saya itu diperlakukan dengan memprihatinkan.
2.Teman saya itu tidak ikut KPPN Prima tahap 1 dan 2 karena larangan kepala kantor bahwa mereka ini belum senior lah. katanya memberi kesempatan kepada kakak kelas. Terus temen saya juga mendaftar D-4 dengan harapan bisa menjadi lebih baik. Ketika Seleksi Tahap 3 dia ga boleh ikut lagi karena temen-temennya sekantor ada yang lulus S-1 dan lulus prima juga. Katanya kantor memerlukan tenaga. Padahal menurut dia, kantornya itu dah banyak pegawai. Katanya gitu, saya juga ga tahu karena saya belum pernah kesana. 3. Temen satu kos saya dulu, sekaligus adik tingkat saya di STAN penempatan di ditjen PBN. Sampai sekarang kata dia, CPNS pun belum. menurut dia, dia ga pernah diurusi. Sudah hampir setahun jauh di pelosok indonesia tetapi belum pernah pulang sekedar sungkem lebaran. Karena memang mereka juga ga diurusi. Katanya kantor tempat magang merekapun ga peduli. Hanya kakak kelas mereka dari STAN yang bersedia membantu penghidupan mereka. kalau yang ini mas DANKE sampai tidak tahu berarti mas danke kurang peka sebagai sama-sama alumni STAN. Apa memang seperti itu kebanyakan pegawai ditjen PBN? Demikian penjelasan saya. Kurang lebihnya saya minta maaf. tidak ada maksud untuk mencampuri urusan orang lain. Hanya berbagi cerita sesama saudara.
