Mas Rudi dari banyak kasus exodus yg saya tau ceritanya sederhana saja ko dan nggak terlalu serius tipikal indonesia... kebanyakan males ditempatin jauh dari kampungnya hehehe.. coba kalo udah eselon IV keatas jarang2 yg exodus kan bisa pulang tiap minggu apalagi dengan Tc yg baru...
kalo kata beatles money can buy anything but it cant buy me love... --- In [email protected], "rudi firmansyah" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Melihat fenomena akhir akhir ini dimana terjadi banyak sekali > exodus dari DJPBN yang ingin saya kemukakan adalah apakah exodus dalam > jumlah besar ini juga terjadi pada insatansi lain di bawah lingkup > Departemen Keuangan? Bila jawabannya tidak berarti cerita saya masih > dapat dilanjutkan.. > > kelanjutannya lagi mengapa ini (cuma) terjadi di instansi kita? > apa integritas pegawai djpbn yg berbeda atau karena hal yg lain.. > > Menurut saya integritas bisa dibangun melalui KEPERCAYAAN, apa itu > kepercayaan pada karir mereka, Kepercayaan pada pendidikan mereka atau > Kepercayaan pada Hari Tua mereka yang mereka percayakan kepada > instansinya, apa mereka sudah mendapatkan kepercayaan yang seratus persen. > > Kepercayaan dapat dibangun oleh tranparansi. pegawai akan mempunyai > energi untuk 'memberi', menservis, berkreasi dan berinovasi jika > karyawan merasa dianggap sebagai 'orang penting' di DJPBN, dihargai > dan direspek yg hal ini salah satunya tercapai kalau perusahaan > transparan dlm memberikan kejelasan informasi yg ada.pertanyaan nya > apa instansi ini sudah Transparan baik untuk karir, Mutasi atau > Pendidikan. > > bila exodus terjadi karena hal-hal lain berarti perlu lg analisa > kemampuan analisa baru sampe begitu maklum masih awam dalam > berorganisasi.. > > semoga tulisan ini dapat memberikan kontribusi yg positif pada > instansi kita. >
