Ada Etika / Aturan yang baku lalu  penyimpangan di luar prosedur kemudian 
Kompromi atau Tepo Saliro.Terakhir mengingatkan kembali tentang Etika. ehmm.... 
saya jadi ikut heran, kenapa saya dulu jadi lupa ya? Terus kenapa tidak ada 
tindakan atas penyimpangan, lalu kenapa juga harus ada kompromi? Kemudian semua 
menjadi tidak tertib, siapa yang salah?  yang minta kompromi atau  yang berikan 
kompromi.?
.
Saya jadi ingat pertanyaan guru : "Aturan dibuat untuk siapa?" Serentak kami 
menjawab: "untuk semua orang agar dipatuhi dan dan dilaksanakan, bukan untuk 
dilanggar, baik oleh si Pembuat aturan maupun Pelaksana Aturan. Kembali saya 
heran, kenapa ya kalau ada pelanggaran wong cilik selalu kena getahnya? 
Emangnya Wong Gede nggak 
pernah salah, ya? Aneh gitu, loh….
 
Konsep timbal balik dan keseimbangan sepertinya juga sudah lama tidak saya 
pelajari, jadi lupa semua teorinya. Ada yang dikorbankan tentu juga tidak lepas 
dari cita-cita yng ingin dicapai. Ada Reformasi Birokrasi tidak bisa lepas dari 
Remunerasi. Ada KPPN Percontohan juga tidak bisa lepas dari Reward bagi Para 
pegawainya.(eh..kok jadi ngelantur)...... Jadi intinya jika ada yang salah di 
salah satu sisi tentunya juga tidak terlepas karena ada yang kurang pas di sisi 
lain, karena bagaimanapun juga Sebuah organisasi bisa terwujud karena ada 
saling keterkaitan diantara bagian-bagian organisasi tersebut.
 
Mungkin apa yang dikemukakan Bung Yondi_L  ada benarnya, jangan lupakan 
sejarah, sekelam apapun sejarah itu. Wajarlah namanya manusia itu ada khilaf 
dan salah, termasuk juga pimpinan. Jadi saya rasa Pengakuan akan kesalahan si 
Pembuat Kebijakan/Kompromi itu akan jauh lebih baik dan bermanfaat bagi 
perkembangan organisasi daripada menimpakan semua kesalahan pada Wong Cilik.
 
Dengan demikian tidak ada salahnya kalau kita bisa saling meng-evaluasi diri 
dan mengingatkan satu sama lain..... Kenapa teman-teman kita di KPPNP mulai 
kendor semangatnya, mungkin juga ada sesutau yang dilupakan oleh pimpinan? 
(eh...kok nglantur lagi, ya?)....... 
 
Jadi sering nglantur,nih.. maklumlah kita ini penderita penyakit Amnesia Kronis 
(kata Bung Yondi)



----- Pesan Asli ----
Dari: suba sita <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Senin, 19 November, 2007 6:47:02
Topik: Balasan: Bls: [Forum Prima] Tentang penafsiran S - 628 / 2007 
???==>Kejujuran


Saya kira tidak tepat juga kalau kita tidak punya
"tertib administrasi" , justru kepindahan2 yg tidak
melalui prosedur itulah yg di ingatkan agar "tertib"

Tksh.
Subasita


>>
____________ _________ _________ _________ _________ ________
> 
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di
> di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini
> juga di http://id.answers. yahoo.com/
> 
> 

____________ _________ _________ _________ _________ ________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers. yahoo.com/





      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke