penunjukkan seseorang pegawai untuk mengikuti suatu diklat, 
adalah kewenangan kepala kantor. Begitulah yang saya perhatikan dari beberapa 
surat pemanggilan diklat, pasti surat dari kantor pusat minta nama nama nya 
terlebih dulu baru nanti dikeluarkan surat tugas dari kantor pusat. Kemarin 
saya juga mendengar penjelasan langsung dari Bpk SesDitjen PB ketika membuka 
TOT pengalihan administrasi gaji.. Pada kesempatan itu Beliau mengharapkan 
bahwa peserta yang ikut TOT adalah orang orang pilihan. Kenapa? karena TOT 
adalah singkatan Trainers of Trainers, dengan perkataan lain, mereka lah yang 
akan mentransfer pengetahuan yang didapat dari satu diklat, kepada  trainers 
lain nya. Bahkan disampaikan pula satu contoh.. kalau yang ikut di TOT hanya 
bisa menangkap 80 persen dari materi yang disampaikan di kantor pusat, dan 
ternyata materi tersebut juga hanya dapat di transfer sebesar 80 persen kepada 
para operator yang di latih nya, maka materi pusat hanya akan diterima 64 
perseni di daerah. 

Namun demikian, saya pun berpendapat, bahwa kepala kantor pasti juga mempunyai 
kendala dalam mengirimkan petugas untuk mengikuti diklat, khususnya kantor 
kantor yang jumlah pegawai nya sangat terbatas. tentunya kepala kantor ingin 
mengirim yang memenuhi kriteria yang dipersyaratkan, namun karena pegawai yg 
memenuhi kriteria tsb sedang ikut pendidikan yang lain, maka terpaksa di pilih 
pegawai lainnya. dalam kasus yang di sampaikan oleh Mb Yessi, mungkin saja 
pegawai yang non kasubag kepegawaian itu memang direncanakan akan di rolling ke 
subbag tersebut. 

demikian pendapat saya.. 
wassalam 

----- Original Message ----
From: yessi marseilli <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, November 21, 2007 2:17:28 PM
Subject: [Forum Prima] Pertanyaan untuk para pimpinan di DJPBN


Satu kata yang sekarang saya pertanyakan adalah LOYALITAS. Apa
sebenarnya loyalitas? Menurut kamus bahasa Indonesia, loyal berarti
patuh,setia. Loyalitas yang diharapkan oleh DJPBN tentunya loyal
terhadap organisasi.Masalah ini lagi hangat-hangatnya karena banyak
pegawai DJPBN yg 'keluar/loncat'. 
Saya pernah bertanya kepada atasan langsung saya mengenai masalah
penunjukan pegawai untuk mengikuti suatu diklat. Contoh kasus yang
saya alami sekarang adalah adanya permintaan daftar peserta orientasi
teknis SIK DJPBN Tahun 2007 dari kabag kepegawaian kanpus dengan surat
No. S-616/PB.12/UP.10/2007 tanggal 7 November 2007. Salah satu syarat
peserta adalah 1 orang petugas SIK dan 1 orang pegawai yang bertugas
pada SUBBAG KEPEGAWAIAN. Mengapa diminta 2 orang tentu dengan tujuan 1
peg lagi bisa membackup petugas SIK tsb apalagi kalau ternyata petugas
SIK tsb sudah mengajukan diri untuk pindah instansi. Tapi kenyataannya
1 orang lain yang ditunjuk untuk mengikuti orientasi teknis tersebut
adalah BUKAN dari Subbag Kepegawaian. Hal seperti ini mungkin bisa
dimaklumi kalau memang tidak ada lagi pegawai lain yang memenuhi
syarat. Tapi sekali lagi yang sangat saya sesalkan ialah bahwa masih
ada beberapa pegawai yang memang dari Subbagian Kepegawaian yang mau
dan mampu untuk itu tetapi tidak mendapat kesempatan. Mengapa yang
ditunjuk malah orang yang tidak memenuhi syarat?
Jawaban dari atasan langsung saya tadi ialah bahwa penunjukan sso itu
adalah hak pimpinan dan bawahan yang loyal harus mau menerima
keputusan tersebut. Sudah jelas bahwa pegawai yang ditunjuk bukan dari
Subbagian Kepegawaian tapi di surat jawaban  tertanggal 12 November
2007 No. S-1187/WPB.06/BG.0101/2007 disebutkan bahwa pegawai tersebut
dari Subbag Kepegawaian ( kebohongan yang jelas disengaja ).
Loyal kepada siapa sebenarnya yang dimaksud? Untuk urusan dinas
tentunya harus lebih mengutamakan kepentingan kantor bukan pribadi.
Jadi untuk organisasi sebesar DJPBN, saya cuma merenung apa jadinya
organisasi ini kalau masih banyak pimpinan yang masih mendasarkan
keputusan bukan pada kepentingan organisasi, yang malah lebih
mengutamakan kedekatan personal.
Akhir kata saya mohon maaf kalau surat ini menyinggung perasaaan pihak
tertentu. Saya cuma berharap semoga contoh kasus ini bisa menjadi
bahan pemikiran kita bersama untuk kebaikan dan kemajuan DJPBN.



Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
Hentikan sekarang juga. 
Yahoo! Groups Links









      
____________________________________________________________________________________
Be a better sports nut!  Let your teams follow you 
with Yahoo Mobile. Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/sports;_ylt=At9_qDKvtAbMuh1G1SQtBI7ntAcJ

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke