Saya kira pak Ary benar, maklum saya bukan lulusan STAN dan sebelumnya tidak 
browsing dulu di internet untuk mengenal STAN.  Setelah mengenal STAN melalui 
beberapa situs saya menyimpulkan bahwa masalah penamaan STAN yang semula 
membuat saya bingung tersebut ternyata berhubungan dengan kebijakan Diknas yang 
melarang beroperasinya IIK dan diijinkannya pendirian STAN, serta diserahkannya 
tanggungjawab pengelolaan program diploma Keuangan ke STAN.

Saya percaya, hingga kini "perang" melawan keberadaan perguruan tinggi 
kedinasan (terutama yang Ilmunya telah tersedia pada perguruan-perguruan tinggi 
negeri/swasta) masih berlangsung, walaupun mungkin tidak dilakukan secara 
sangat terbuka dan terus-menerus.  Bubarnya IIK barangkali, antara lain, juga 
merupakan hasil dari perang melawan perguruan tinggi kedinasan.   

Sebenarnya menarik mengamati perkembangan pemenuhan kebutuhan tenaga-tenaga S1 
melalui program beasiswa eselon I Depkeu ke sejumlah perguruan tinggi lokal.  
Artinya, organisasi eselon I tersebut membutuhkan "ilmu S1" yang hingga kini 
belum dapat dipenuhi melalui program pendidikan yang tersedia di STAN-BPPK.  
Sementara itu, lulusan prodip STAN kelihatannya sudah mulai "inflasi" sehingga 
(yang tidak lulus seleksi di Depkeu) perlu disalurkan ke satker-satker di 
Kementerian/KL lainnya (di luar Depkeu) dan bahkan ke satker-satker di Pemda.  

Dari sisi pengembangan pegawai, saya melihat permasalahan kita adalah bagaimana 
agar para pegawai kita memiliki basis2 kompetensi keilmuan (pendidikan formal) 
yang relevan dengan bidang tugas organisasi dan dapat digunakan/dimanfaatkan 
untuk menyehatkan organisasi dan meningkatkan kinerja kita.
Tetapi, that is not easy.



----- Original Message ----
From: Ary Nugroho <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, November 30, 2007 7:44:49 AM
Subject: Re: [Forum Prima] Links Antara Ditjen PBN dan STAN

barangkali yang dimaksud pak Budi dengan STAN adalah BPPK,
STAN adalah salah satu unit es-2 di BPPK yang menghasilkan
tenaga-tenaga akuntan, dari D1, D3 sampai D4
karena STAN menghasilkan lulusan D4 yang setara S1 maka tidak
berbentuk Pusdiklat melainkan Sekolah Tinggi.
sejarahnya dibentuk STAN, adalah untuk memenuhi kebutuhan akuntan di
departemen keuangan, yang pada tahun 70an masih langka.
di awali dengan STKN, IIK kemudian menjadi STAN.

BPPK juga memiliki Pusdiklat Anggaran, Pajak, Beacukai, selain
Pusdiklat Kepagawaian dan Pusdiklat Keuangan Umum..

[EMAIL PROTECTED]

On Nov 28, 2007 2:04 PM, Budi Santoso <budisan_2005@ yahoo.com> wrote:
> Apabila salah satu misi STAN adalah untuk memenuhi kebutuhan SDM di 
> lingkungan Ditjen PBN maka sulit bagi kita untuk menolak perlunya memperkuat 
> dan memelihara links antara Ditjen PBN dan STAN. Links apa saja yang perlu 
> kita perhatikan dan pelihara antara Ditjen PBN dan STAN?
>
> Pertama, informasi tentang jumlah SDM yang dibutuhkan oleh Ditjen PBN secara 
> berkala harus disampaikan kepada STAN. Informasi tersebut diharapkan dapat 
> dijadikan acuan bagi STAN untuk merenca




      
____________________________________________________________________________________
Get easy, one-click access to your favorites. 
Make Yahoo! your homepage.
http://www.yahoo.com/r/hs 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke