Kalo saya nggak salah, yang mengirimkan bea siswa S1 dilingkup 
depkeu hanya DJPBN dan tidak terjadi di eselon I Depkeu lainnya.
Sebenarnya hal ini bukan masalah, asalkan tujuannya murni untuk 
kemajuan organisasi.

Mengenai ilmu-ilmu di STAN, saya kira kurang tepat bila dikatakan 
bahwa STAN, khususnya D4 tidak dapat menyediakan lulusan yang 
berkompeten dibidang ilmu2 lain yang dibutuhkan.

Sekarang ini D4 STAN juga dibekali ilmu-ilmu lain yang sangat 
applicable. Keahlian akuntansi dipakai untuk menunjang analisis pada 
bidang2 lain. Banyak ilmu lain yang dipelajari dengan relatif 
mendalam seperti EKonomi Pembangunan, Managemen Strategis, Manajemen 
Keuangan Pemerintah dan yang lainnya, yang sepertinya bisa terpakai 
di depkeu khususnya DJPBN.  

Tinggal kuncinya ada di "otoritas yang berwenang" yang menangani 
kepegawaian dan SDM apakah akan menerapkan right man on the right 
place dalam kerangkan MAC (Management Assessment Center) bukannya 
MAC yang lain seperti Memilih yang Aku Cuka, Memilih yang aku Cenang 
dsb:)

By the way hal ini tidak hanya terjadi pada para lulusan STAN, 
tetapi juga terjadi pada lulusan lain. Saya punya teman seorang 
Master Teknik Perencanaan lulusan bea siswa S2 dari PTN Negeri 
terkenal, setelah lulus apa yang terjadi??? Yang bersangkutan 
melaksanakan tugas yang sedikit sekali sangkut pautnya dengan ilmu 
yang dipelajari. Hal ini sama saja dengan membuang2 uang negara, 
membiayai kuliah tinggi tetapi ilmunya tidak terserap dalam lingkup 
pekerjaan.

Smoga ada perubahan:)
 
--- In [email protected], Budi Santoso <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:

> Sebenarnya menarik mengamati perkembangan pemenuhan kebutuhan 
tenaga-tenaga S1 melalui program beasiswa eselon I Depkeu ke 
sejumlah perguruan tinggi lokal.  Artinya, organisasi eselon I 
tersebut membutuhkan "ilmu S1" yang hingga kini belum dapat dipenuhi 
melalui program pendidikan yang tersedia di STAN-BPPK.  Sementara 
itu, lulusan prodip STAN kelihatannya sudah mulai "inflasi" sehingga 
(yang tidak lulus seleksi di Depkeu) perlu disalurkan ke satker-
satker di Kementerian/KL lainnya (di luar Depkeu) dan bahkan ke 
satker-satker di Pemda.  
> 
> Dari sisi pengembangan pegawai, saya melihat permasalahan kita 
adalah bagaimana agar para pegawai kita memiliki basis2 kompetensi 
keilmuan (pendidikan formal) yang relevan dengan bidang tugas 
organisasi dan dapat digunakan/dimanfaatkan untuk menyehatkan 
organisasi dan meningkatkan kinerja kita.
> Tetapi, that is not easy.
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: Ary Nugroho <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, November 30, 2007 7:44:49 AM
> Subject: Re: [Forum Prima] Links Antara Ditjen PBN dan STAN
> 
> barangkali yang dimaksud pak Budi dengan STAN adalah BPPK,
> STAN adalah salah satu unit es-2 di BPPK yang menghasilkan
> tenaga-tenaga akuntan, dari D1, D3 sampai D4
> karena STAN menghasilkan lulusan D4 yang setara S1 maka tidak
> berbentuk Pusdiklat melainkan Sekolah Tinggi.
> sejarahnya dibentuk STAN, adalah untuk memenuhi kebutuhan akuntan 
di
> departemen keuangan, yang pada tahun 70an masih langka.
> di awali dengan STKN, IIK kemudian menjadi STAN.
> 
> BPPK juga memiliki Pusdiklat Anggaran, Pajak, Beacukai, selain
> Pusdiklat Kepagawaian dan Pusdiklat Keuangan Umum..
> 
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> On Nov 28, 2007 2:04 PM, Budi Santoso <budisan_2005@ yahoo.com> 
wrote:
> > Apabila salah satu misi STAN adalah untuk memenuhi kebutuhan SDM 
di lingkungan Ditjen PBN maka sulit bagi kita untuk menolak perlunya 
memperkuat dan memelihara links antara Ditjen PBN dan STAN. Links 
apa saja yang perlu kita perhatikan dan pelihara antara Ditjen PBN 
dan STAN?
> >
> > Pertama, informasi tentang jumlah SDM yang dibutuhkan oleh 
Ditjen PBN secara berkala harus disampaikan kepada STAN. Informasi 
tersebut diharapkan dapat dijadikan acuan bagi STAN untuk merenca
> 
> 
> 
> 
>       
_____________________________________________________________________
_______________
> Get easy, one-click access to your favorites. 
> Make Yahoo! your homepage.
> http://www.yahoo.com/r/hs 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke