Dan yang lebih penting Kepala KPPN ga perlu lagi terima upah ilegal untuk bikinin LKPP itu memanfaatkan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi besarnya lumayan juga lho... 50 juta ini terjadi di KPPN Masohi (husnudzon mudah2an yg lain ngga') saya punya bukti copy pembayarannya dan sudah saya scan saya dapetin langsung dari Bag. Keuangan Pemda Maluku Tengah dan sudah berstatus "delivered" ke Kanwil tapi sayang setahu saya kasusnya berhenti di Kanwil coz' sampe sekarang yang bersangkutan masih adem ayem aja disana
Saya jadi teringat spanduk2 yang dipasang KPK Tulisannya "Lihat, Lawan, Laporkan" hanya saja nilainya ngga' cukup signifikan buat lapor ke KPK trus pertanyaannya lapor ke manalagi dong? sebab mekanisme punishment di internal ternyata tidak berjalan dengan baik. any ideas? Keep on Fighting, You're the future... Ilham Hadiana 10725/STA/99 (D3) 04460004246 (D4) --- In [email protected], tardjani Umar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Suatu kemajuan yang cukup besar. > Jadi teman-teman di Aklap juga tidak perlu kejar2 LKPP > untuk DAU tersebut. > > --- Hari Ribowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Assalamualaikum wr wb > > temen temen di milis FP,
