Yth, Teman2 milist..FP'
mengenai usulan perubahan sistem pembayaran memang bukan hal yang mudah..
Kami tahu hal itu, termasuk masih 'terbatas'nya akses modernisasi.
Kami tentu juga pernah 'jalan2 ke desa' dimana listrik saja masih pake tenaga 
aki... apalgi bicara mesin ATM??
Namun sepesimis itukah Indonesia??
kalau saya melihat perkembangan ekonomi kita, agaknya pelaku pasar justru 
menunggu adanya peluang. Kita lihat bahwa tidak ada mesin ATM di tengah 
sawah... tentu... 
Mengapa? karena jarang ada orang yang mengambil/transaksi ditengah sawah...
Tapi kita lihat bila ATM itu ada di jalur Puncak(Ciawi)? Apakah 5 tahun yang 
lalu disana terdapat banyak ATM seperti sekarang ini?
Apabila kita berpikir maju kedepan, ga ada ATM juga ga papa kok Pak.. Kan ada 
sms Banking/Phone Banking?
Maksud kami bukan mau bikin repot Pemerintah, namun kami tertarik dg sistem 
Kartu Kredit yang mencantumkan Nama Penjual tiket,Kota, tanggal transaksi dsb.. 
Kayaknya lengkap dan valid..
Adapun Kita menggunakan Kartu  Kredit misal begini..
Bantaeng-Jakarta-Gadog (ceritanya mau diklat DTSS..)
Bantaeng masih ada BRI,BNI (bisa ambil cash untuk naik pete2/angkot dan taksi 
ke bandara+makan siang) sampai di Makassar lalu beli tiket Pesawat.Nah yang ini 
gesek mengingat Makassar sudah ada akses.
Cash yang tersisa dari Bantaeng bisa dipakai untuk membayar airport tax dll.
Naik Pesawat....wueessss....
Nyampe di Cengkareng.. Ambil cash untuk naik DAMRI ke Bogor, angkot ke 
Gadog.... Nyampe deh..
Apabila DL-nya ke daerah... Ya mungkin masih sperti biasa mekanismenya..
Mungkin ini butuh waktu... namun bila sistem iu lebih baik (epektip dan 
episien..)..perlu juga bagi kita untuk belajar menerapkannya... Tentu sesuai 
porsi kemampuan negara kita.. Barangkali demikian...
Mohon ditambahkan...





      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke