Gini lho maksudnya Mas Rahman. Kalau tidak salah tangkap penjelasan Mas Huda. Si penelepon ini dengan hanya mengandalkan buku agenda atau kop surat Sekretariat Ditjen PBN sudah cukup untuk menentukan mana-mana diantara nomor telepon/fax yang tertera di dalamnya bisa dipakai untuk menambah keyakinan/kepercayaan calon korbannya.
Jadi, bukan nomor ini lantas dipakai oleh orang2 yang tidak bertanggung jawab di sekitar Sekretariat, hanya sekedar diambil nomornya dan pandainya (atau kurang cerdasnya), nomor yang diberikan adalah nomor fax yang biasanya dalam 3-4 kali dering selalu diarahkan secara otomatis ke mesin fax apabila nomor tersebut memang bukan didedikasikan untuk facsimile. Rasa2nya kita semua sudah cukup cerdas koq untuk membedakan mana telepon bernada sibuk (karena memang dipakai buat telepon) dengan telepon yang memang dari sononya sudah didedikasikan untuk mesin fax. Jadi, harusnya kembali lagi ke kita semua untuk selalu "aware" untuk hal2 seperti ini. Nggak usahlah pake nyewa segala Oom Kermit, entar diklaim lagi kayak lagu Indonesia Raya versi 5 stanza yang akhirnya reda dengan sendirinya. Capee deh.... Salam, Rinardi ----- Original Message ---- From: arahman231 <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Tuesday, January 22, 2008 10:52:36 PM Subject: [Forum Prima] Re: Wanted : 0816987047 Samsul wrote: Tapi, yang membuat saya salut, sang penelepon meninggalkan jejak nomor telepon yang dipakainya. Pertama, nomor 021-3846402, nomor faks sekretariat ditjen perbendaharaan. Rahman said: Pak Samsul, kok bisa-bisanya ya tuh orang pake nomor fax DJPBN? Apa mesin fax itu bebas digunakan oleh pegawai di Setditjen? Jangan sampai deh ada orang dalam yang tanpa kewenangan/otorisas i menggunakan nomor tersebut untuk tujuan yang engga-engga. ____________________________________________________________________________________ Never miss a thing. Make Yahoo your home page. http://www.yahoo.com/r/hs [Non-text portions of this message have been removed]
