--- In [email protected], "gautama seti" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Maaf, mas Gawat ehhh Gaut, bukan bermaksud berbalas pantun, karena sampeyan menanyaken maka saya berkewajiban menjawab. Kasus Saumlaki, kalo kondisinya memang begitu, ya mau apa lagi, namanya juga cuaca buruk. Itu sudah menyangkut kuasa Ilahi. Tapi sebenarnya tetap ada salah satu terobosan. Misalnya softcopy-nya dikirim ke KPPN via internet, tentunya ada koordinasi dan komitment dari kedua belah pihak. Hardcopynya menyusul pada kesempatan pertama setelah cuaca buruk usai (karena... Badai pasti berlalu....halah.... itu sih judul lagu!!) Gawat say: > dan saya juga agak tergelitik soal "Perkara bukti2 yg hilang terbakar, > itu bisa dipikirkan nanti toh bukti2 itu tidak disetor ke KPPN." wah > ini seperti ajakan buat "main mata" loo pak :p > > maaf jika ada yang tidak berkenan >
Ini bukan ajakan main mata. Tetapi harus dipikirkan dalam koridor yang semestinya. Misal BAP Pemeriksaan dari mr Hunter ehhh polisi. Seperti saran pak Hari. Kalo memang mau main mata sama polisi yah silahkan saja. (saran saya jangan pernah coba coba berurusan dgn polisi. Jadi saksi saja susah apalagi jadi tersangka). Sekali lagi maaf jika tidak berkenan di hati..... >From Kendari HaBeWe.
