topik ini kan barkaitan dengan pertanyaan dalam lampiran bahan bahan rapim ya.. 
Pertanyaan nya.. apakah sdr kenal SPAN?

kalo belum tau, ya jawab aja belum tau.. 
tujuan pertanyaan nya cuma itu aja koq.. 



----- Original Message ----
From: Yangkung <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, February 11, 2008 7:06:12 AM
Subject: Re: [Forum Prima] SPAN dan traumatic aplications syndrome


Assalamu 
alaikum 
Wr. 
Wb.
Yth. 
Bapak 
Subasita,
Saya 
mencoba 
urun 
pendapat 
mengenai 
SPAN 
sebagai 
berikut 
ini. 
Semoga 
ada 
manfaatnya 
untuk 
bahan 
kajian 
lebih 
lanjut.

LANGKAH-LANGKAH 
PEMIKIRAN 
DALAM 
RANGKA 
PERCEPATAN 
SPAN

A. 
PENDAHULUAN
Jauh 
sebelum 
gagasan 
pengembangan 
SPAN 
dicetuskan, 
Prof. 
DR. 
Ali 
Wardhana 
saat 
menjabat 
sebagai 
Menteri 
Keuangan 
telah 
mempertimbangkan 
pentingnya 
Sistem 
Informasi 
Keuangan 
(SIK) 
yang 
terpadu 
(Integrated 
data 
processing 
system). 
Pemikiran 
ini 
kemudian 
diwujudkan 
dengan 
pembentukan 
Counterpart 
Pusat 
Sistem 
Informasi 
(CPSI) 
Keuangan 
dimana 
pakar-pakar 
IT 
dari 
UI, 
Unpad 
dan 
konsultan 
asing 
dikumpulkan 
untuk 
merumuskan 
dan 
mengembangkan 
SIK. 
Berdasarkan 
pemikiran 
para 
pakar 
ini 
dirancang 
desain 
sistem 
yang 
akan 
dikembangkan 
termasuk 
kebutuhan 
hardware, 
software 
dan 
SDM. 
Penjabaran 
lebih 
lanjut 
langkah 
ini 
adalah 
berdirinya 
Pusat 
Analisa 
Informasi 
Keuangan 
(PAIK) 
sebagai 
unit 
kerja 
yang 
bertanggung-jawab 
menjalankan 
tupoksi 
pengembangan 
SIK. 
PAIK 
yang 
secara 
struktural 
berada 
di 
bawah 
Setjen. 
Dep. 
Keuangan 
ini 
bertanggung-jawab 
mengembangkan 
subsistem-subsistem 
di 
Ditjen. 
Anggaran, 
Ditjen. 
Pajak, 
Ditjen. 
Bea 
Cukai 
dan 
unit-unit 
organisasi 
lain 
lingkup 
Dep. 
Keuangan 
serta 
mengintegrasikannya 
dalam 
rangka 
mendukung 
tersedianya 
informasi 
keuangan 
yang 
cepat, 
tepat 
dan 
akurat.
Sehubungan 
dengan 
hal 
tersebut 
untuk 
Ditjen. 
Anggaran 
dikembangkan 
subsistem 
Budget 
Preparation 
dan 
subsistem 
Budget 
Execution 
sedangkan 
untuk 
Ditjen. 
Bea 
Cukai 
dikembangkan 
subsistem 
Tobacco 
Excise 
dan 
subsistem 
Export-Import. 
Subsistem-subsistem 
ini 
mulai 
dirintis 
pengembangannya 
pada 
tahun 
1975 
oleh 
CPSI 
dengan 
melibatkan 
unit-unit 
organisasi 
terkait. 
Setelah 
resmi 
PAIK 
dibentuk 
pada 
tahun 
1977, 
baru 
pengembangannya 
ditangani 
oleh 
PAIK.
Walaupun 
pada 
dekade 
tersebut 
belum 
dikenal 
paket-paket 
software 
yang 
“user-friendly” 
namun 
pemikiran 
penerapan 
single 
database 
sudah 
menjadi 
dasar 
berpijak 
dalam 
desain 
sistem. 
Artinya, 
sekalipun 
belum 
dikenal 
komunikasi 
data 
secara 
“on-line” 
dengan 
sistem 
jaringan, 
tetapi 
konsep 
“centralized 
data 
processing 
system” 
dan 
PAIK 
sebagai 
pusat 
pengolahan 
data 
sekaligus 
“bank 
data” 
sudah 
menjadi 
dasar 
berpijak. 
Persoalan 
saat 
itu, 
selain 
komputerisasi 
belum 
dikenal 
secara 
luas 
di 
jajaran 
unit 
organisasi 
Dep. 
Keuangan, 
kendala-kendala 
lain 
seperti 
kelancaran 
komunikasi 
data 
dan 
koordinasi 
antar 
unit 
organisasi 
juga 
dirasakan.
Dari 
uraian 
di 
atas 
dapat 
dikatakan 
bahwa 
konsep 
dasar 
SPAN 
adalah 
SIK 
yang 
disempurnakan, 
yaitu 
SIK 
yang 
ditambah 
modul 
pelayanan 
"front 
office" 
dan 
dibumbui 
dengan 
penyedap 
kemajuan 
teknologi 
komunikasi 
data 
secara 
“on-line”. 
Apabila 
dikaji 
lebih 
jauh, 
secara 
organisasi 
PAIK 
sukses 
membuka 
mata 
seluruh 
unit 
organisasi 
Dep. 
Keuangan 
dalam 
hal 
penerapan 
sistem 
komputerisasi. 
Tidak 
dapat 
dipungkiri, 
sekalipun 
pada 
saat 
itu 
Ditjen. 
Anggaran 
(DJA) 
telah 
memanfaatkan 
dukungan 
komputer 
yang 
dikelola 
oleh 
Sub 
Direktorat 
Pengumpulan 
Data 
(SDPD) 
tetapi 
keberadaannya 
tidak 
dirasakan 
oleh 
setiap 
unit 
kerja 
di 
lingkungan 
DJA. 
Salah 
satu 
penyebabnya, 
SDPD 
berada 
di 
Bandung 
sehingga 
perannya 
kurang 
optimal. 
Sementara 
PAIK, 
selain 
didukung 
dengan 
peralatan 
komputer 
yang 
lebih 
memadai, 
kebijakan 
pimpinan 
Dep. 
Keuangan 
yang 
memberi 
kewenangan 
kepada 
PAIK 
untuk 
mengembangkan 
sistem 
komputerisasi 
seluruh 
jajaran 
organisasi 
Dep. 
Keuangan 
juga 
dirasakan 
nilai 
tambahnya. 
Seiring 
dengan 
mulai 
dikenal 
dan 
digunakannya 
komputer 
jenis 
“PC” 
di 
unit-unit 
organisasi 
lingkup 
Dep. 
Keuangan, 
peran 
PAIK 
sebagai 
pusat 
pengembangan 
sistem 
komputerisasi 
mulai 
pudar 
dan 
menjadi 
makin 
sempit 
setelah 
beberapa 
unit 
organisasi 
mempunyai 
pusat 
pengolahan 
data 
sendiri. 
SDPD 
juga 
ditingkatkan 
menjadi 
Pusat 
Pengolahan 
Data 
dan 
Informasi 
Anggaran 
(PPDIA), 
bahkan 
kemudian 
dipindahkan 
ke 
Jakarta.  
Kondisi 
ini 
juga 
menjadi 
awal 
berubahnya 
arah 
keberadaan 
PAIK 
sebagai 
pusat 
pengolahan 
data 
Dep. 
Keuangan 
bahkan 
kemudian 
makin 
jauh 
bergeser.

B. 
KONSEP 
DASAR 
PENGEMBANGAN 
SPAN
Dengan 
mencoba 
memahami 
berbagai 
hal 
yang 
dihadapi 
PAIK 
dalam 
pengembangan 
SIK 
sebagaimana 
diuraikan 
di 
atas, 
masalah 
mendasar 
yang 
penting 
dikaji 
oleh 
tim 
yang 
dibentuk 
dan 
ditunjuk 
untuk 
mengembangkan 
SPAN 
adalah 
terlebih 
dahulu 
melakukan 
“mapping”, 
membuat 
peta 
berbagai 
permasalahan 
yang 
dihadapi 
oleh 
setiap 
unit 
organisasi 
di 
lingkungan 
Dep. 
Keuangan, 
langkah-langkah 
antisipasi 
yang 
telah 
dilakukannya 
dan 
arah 
yang 
menjadi 
tujuan. 
Dengan 
kata 
lain, 
tim 
harus 
memahami 
visi, 
misi 
dan 
strategi 
setiap 
unit 
organisasi.
Bertitik-tolak 
dari 
pemikiran 
ini, 
tim 
melakukan 
evaluasi 
atas 
aplikasi-aplikasi 
yang 
telah 
dijalankan 
oleh 
unit-unit 
organisasi 
bersangkutan, 
keunggulannya, 
permasalahan 
yang 
dihadapi 
dan 
arah 
pengembangannya 
lebih 
lanjut. 
Selain 
daripada 
itu 
juga 
perlu 
dievaluasi 
prasarana 
dan 
sarana 
yang 
digunakan 
termasuk 
jaringan 
komunikasi 
data. 
Dengan 
kompleksitas 
permasalahan 
yang 
tinggi, 
desain 
SPAN 
harus 
komprehensif, 
pengembangannya 
hati-hati, 
tidak 
tergesa-gesa 
dan 
sebaiknya 
dilaksanakan 
per 
modul. 
Pemanfaatan 
pihak 
ketiga 
dalam 
pengembangan 
sistem, 
sekalipun 
yang 
bertaraf 
internasional 
bukan 
merupakan 
jaminan 
bahwa 
hasil 
yang 
dicapai 
“perfect”. 
Dalam 
hal 
ini, 
tim 
harus 
belajar 
dari 
pengalaman 
unit-unit 
organisasi 
yang 
menggunakan 
vendor 
bertaraf 
internasional 
tetapi 
gagal 
bahkan 
beberapa 
diantaranya 
gagal 
sebelum 
diimplementasikan. 
Demikian 
juga 
dengan 
pemanfaatan 
konsultan-konsultan 
asing 
yang 
selama 
ini 
justru 
lebih 
banyak 
“belajar 
sambil 
mencari 
makan” 
di 
Indonesia.

C. 
KENDALA-KENDALA 
YANG 
DIHADAPI 
DALAM 
PENGEMBANGAN 
SPAN
Dukungan 
sistem 
informasi 
yang 
cepat, 
tepat 
dan 
akurat 
memang 
mutlak 
diperlukan 
oleh 
pimpinan 
Dep. 
Keuangan 
dalam 
rangka 
menunjang 
berbagai 
kebijakan 
makro 
di 
bidang 
fiskal. 
Selain 
daripada 
itu, 
percepatan 
pelayanan 
kepada 
masyarakat 
juga 
memerlukan 
dukungan 
sistem 
yang 
handal. 
Guna 
memenuhi 
tuntutan 
tersebut 
pengembangan 
SPAN 
diharapkan 
dapat 
menjadi 
solusi, 
selain 
percepatan 
pelayanan 
kepada 
publik 
juga 
dapat 
memenuhi 
kebutuhan 
informasi 
manajemen, 
seperti 
manajemen 
kas 
dan 
manajemen 
asset.  
Namun 
demikian, 
pengembangan 
SPAN 
yang 
melibatkan 
berbagai 
unit 
organisasi 
dengan 
tupoksi 
yang 
berbeda 
memerlukan 
penanganan 
ekstra 
dalam 
hal 
koordinasi. 
Selama 
ini, 
sebagaimana 
dialami 
oleh 
PAIK, 
kendala 
yang 
menjadi 
hambatan 
dalam 
pengembangan 
sistem 
adalah 
lemahnya 
koordinasi. 
Bahkan, 
koordinasi 
antar 
direktorat 
dalam 
satu 
unit 
organisasi 
kadang 
masih 
sulit 
dicapai. 
Untuk 
itu, 
menjadi 
catatan 
bagi 
tim 
yang 
ditunjuk, 
aspek 
koordinasi 
agar 
mendapat 
perhatian 
utama. 
Dalam 
hal 
ini 
peran 
serta 
setiap 
unit 
organisasi, 
terutama 
yang 
telah 
memiliki 
pusat 
pengolahan 
data, 
agar 
diperjelas 
dan 
tegas. 
Walaupun 
dalam 
keanggotaan 
tim 
pengembangan 
SPAN 
telah 
melibatkan 
unsur-unsur 
staf 
dari 
setiap 
unit 
organisasi, 
secara 
organisatoris 
tetap 
harus 
dirumuskan 
tugas 
dan 
tanggung-jawab 
masing-masing 
unit 
organisasi. 
Lebih 
tegas 
lagi, 
apabila 
dirinci, 
kendala-kendala 
yang 
dihadapi 
dalam 
pengembangan 
SPAN 
antara 
lain 
meliputi 
:
1. 
Kendala 
Koordinasi, 
intern 
dan 
ekstern;
2. 
Kendala 
Regulasi 
yang 
mengatur 
tingkat 
kewenangan 
setiap 
unit 
organisasi;
3. 
Kendala 
Staffing, 
yaitu 
staf 
yang 
khusus 
menangani 
pengembangan 
sistem;
4. 
Kendala 
hardware 
dan 
software 
termasuk 
sarana 
komunikasi 
data.
Kendala-kendala 
sebagaimana 
dikemukakan 
di 
atas 
akan 
dapat 
diatasi 
oleh 
tim 
apabila 
cetak 
biru 
desain 
SPAN 
dikukuhkan 
dengan 
keputusan 
pimpinan 
Dep. 
Keuangan 
dan 
bersifat 
mengikat 
setiap 
unit 
organisasi. 
Artinya, 
kebijakan 
pengembangan 
SPAN 
tidak 
terpengaruh 
dengan 
kebijakan-kebijakan 
baru, 
baik 
menyangkut 
reorganisasi 
Dep. 
Keuangan 
maupun 
pergantian 
pimpinan.

D. 
LANGKAH-LANGKAH 
PERCEPATAN 
IMPLEMENTASI 
SPAN
Telah 
disinggung 
pada 
bagian 
awal 
bahwa 
SPAN 
bukanlah 
sesuatu 
yang 
sama-sekali 
baru. 
Ide 
dasarnya 
pernah 
dicetuskan 
jauh 
sebelumnya. 
Bahkan 
apabila 
dikaji, 
beberapa 
sistem 
yang 
saat 
ini 
berjalan 
merupakan 
modul 
dari 
desain 
SPAN 
secara 
keseluruhan, 
baik 
itu 
sistem 
yang 
dijalankan 
oleh 
Ditjen. 
Perbendaharaan 
(DJPBN), 
Ditjen. 
Pajak 
(DJP) 
maupun 
Ditjen. 
Bea 
Cukai 
(DJBC). 
Ketiga 
unit 
organisasi 
ini 
memegang 
kunci 
pokok 
keberhasilan 
SPAN. 
Arus 
data 
transaksi 
pelaksanaan 
APBN 
dapat 
dikatakan 
tergantung 
kepada 
unit-unit 
organisasi 
ini. 
Data-data 
transaksi 
dari 
DJPBN, 
DJP 
dan 
DJBC 
adalah 
data 
utama 
untuk 
sistem 
yang 
akan 
dikembangkan 
dengan 
bendera 
SPAN.
Dengan 
mengacu 
kepada 
pemikiran 
bahwa 
suksesnya 
sebuah 
aplikasi 
amat 
ditunjang 
oleh 
dukungan 
data, 
maka 
sisi 
yang 
harus 
mendapat 
perhatian 
utama 
pengembangan 
SPAN 
adalah 
bagaimana 
mengkoordinasikan 
ketiga 
unit 
organisasi 
ini 
dalam 
satu 
sistem 
terpadu. 
Jika 
menoleh 
ke 
belakang, 
pengembangan 
MPN 
sebagai 
sistem 
yang 
menjembatani 
kepentingan 
ketiga 
unit 
organisasi 
tersebut 
di 
atas, 
dapat 
digunakan 
sebagai 
acuan 
dasar 
pengembangan 
SPAN.
Dengan 
demikian, 
untuk 
mempercepat 
implementasi 
SPAN 
beberapa 
hal 
yang 
harus 
mendapat 
perhatian 
adalah 
:
1. 
Manfaatkan 
konsep 
desain 
MPN 
sebagai 
acuan 
sekaligus 
prototype 
SPAN;
2. 
Menekankan 
pengembangan 
SPAN 
untuk 
3 
(tiga) 
unit 
organisasi, 
DJPBN, 
DJP 
dan 
DJBC. 
Langkah-langkah 
yang 
harus 
dilakukan 
adalah 
evaluasi 
sistem, 
hardware 
dan 
software 
serta 
dukungan 
infrastuktur 
lainnya;
3. 
Menunjuk 
unit 
organisasi 
yang 
secara 
struktural 
bertanggung-jawab 
selaku 
koordinator 
pengembangan 
SPAN;
4. 
Merumuskan, 
menyusun 
dan 
menetapkan 
regulasi-regulasi 
yang 
diperlukan 
untuk 
mendukung 
pengembangan 
dan 
implementasi 
SPAN;
5. 
Melaksanakan 
pengembangan 
dan 
implementasi 
SPAN 
secara 
bertahap 
melalui 
tahap-tahap 
uji 
coba 
yang 
komprehensif.


E. 
PENUTUP
Dukungan 
informasi 
yang 
handal 
untuk 
menunjang 
pelaksanaan 
tugas 
pokok 
dan 
fungsi 
Dep. 
Keuangan 
dan 
segenap 
jajaran 
unit 
organisasinya 
memang 
mutlak 
diperlukan. 
Pengembangan 
SPAN 
merupakan 
salah 
satu 
solusi 
yang 
diharapkan 
dapat 
memenuhi 
kebutuhan 
tersebut. 
Namun 
demikian, 
belajar 
dari 
pengalaman-pengalaman 
sebelumnya, 
pengembangan 
sistem 
yang 
tergesa-gesa 
dan 
“instant” 
bukanlah 
langkah 
yang 
tepat 
mengingat 
kompleksitas 
permasalahan 
yang 
dihadapi. 
Selain 
daripada 
itu, 
pemanfaatan 
pihak 
ketiga 
dan 
konsultan 
asing 
yang 
bertaraf 
internasional 
sekalipun 
tidak 
menjamin 
sistem 
yang 
dihasilkan 
“perfect”. 
Untuk 
itu, 
terlepas 
dari 
pengembangan 
SPAN 
dibiayai 
oleh 
dana 
yang 
bersumber 
dari 
PHLN, 
agar 
menjadi 
catatan, 
SDM 
yang 
dimiliki 
Dep. 
Keuangan 
pada 
dasarnya 
mampu 
melaksanakan 
tugas 
mengembangkan 
SPAN. 
Kunci 
pokok 
dari 
keberhasilan 
pengembangannya 
bukan 
terletak 
kepada 
siapa 
yang 
menangani 
melainkan 
kepada 
kewenangan 
dan 
koordinasi 
dari 
unit-unit 
organisasi 
terkait. 
Untuk 
menunjang 
hal 
ini 
diperlukan 
regulasi 
yang 
memberi 
kewenangan 
kepada 
unit 
organisasi 
yang 
ditunjuk 
sebagai 
koordinator.
Pada 
akhirnya, 
berhasil 
atau 
tidaknya 
SPAN 
diimplementasikan 
tergantung 
kepada 
seluruh 
jajaran 
staf 
Dep. 
Keuangan 
untuk 
memberikan 
yang 
terbaik 
kepada 
institusi.

Wassalam,

Bagus 
K.

On 
Wed, 
6 
Feb 
2008 
10:37:36 
+0700 
(ICT)
  
suba 
sita 
<[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> 
> 
Bravo 
DJPB, 
Salam 
untuk 
Kemajuan 
DJPB
> 
> 
>  
  
  
________________________________________________________ 
> 
Bergabunglah 
dengan 
orang-orang 
yang 
berwawasan, 
di 
di 
>bidang 
Anda! 
Kunjungi 
Yahoo! 
Answers 
saat 
ini 
juga 
di 
>http://id.answers.yahoo.com/
> 


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bagi 
anda 
Pelanggan 
TELKOM 
di 
wilayah 
Jabodetabek 
dan 
Jawa 
Timur. 
Nikmati 
Hari 
SABTU 
& 
MINGGU 
Anda 
untuk 
Internetan 
dengan 
tarif 
murah 
TelkomNet 
Instant, 
CUMA 
Rp.100/menit 
ALL 
IN 
(termasuk 
pulsa 
telepon).
  
 
Nomor 
Akses 
: 
080989999
  
 
User 
name: 
[EMAIL PROTECTED]
  
 
Password 
: 
telkom
Ayo 
buruan, 
promo 
ini 
cuma 
berlaku 
sampai 
31 
Desember 
2007


Hentikan 
korupsi 
dana 
APBN 
dengan 
alasan 
apa 
pun.
Hentikan 
sekarang 
juga. 
Yahoo! 
Groups 
Links

your 
group 
on 
the 
web, 
go 
to:
  
  
http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/

settings:
  
  
Individual 
Email 
| 
Traditional

settings 
online 
go 
to:
  
  
http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/join
  
  
(Yahoo! 
ID 
required)

settings 
via 
email:
  
  
mailto:[EMAIL PROTECTED] 
  
  
mailto:[EMAIL PROTECTED]

from 
this 
group, 
send 
an 
email 
to:
  
  
[EMAIL PROTECTED]

of 
Yahoo! 
Groups 
is 
subject 
to:
  
  
http://docs.yahoo.com/info/terms/
 






      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

[Non-text portions of this message have been removed]



Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
Hentikan sekarang juga. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke