On Sat, 23 Feb 2008 07:17:50 -0800 (PST) Ass.Wr.Wb. Yth. Pak Budisan, Saya sekedar ingin menstabillo tulisan anda sbb :
Dengan sosialisasi SPAN ala Budisan yang dimuat di milis ini pemahaman kita tentang Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara yang dikembangkan oleh Dep. Keuangan makin jelas dan gamblang. Berbagai tanggapan yang kemudian muncul juga makin melengkapi pemahaman kita. Dalam tanggapannya Pak Budisan mengharapkan pendapat, kritik, saran dan solusi dari rekan-rekan miliser. Secara khusus Pak Budisan amat mengharapkan SPAN tidak gagal sebagaimana kegagalan ORAFIN. Menurut saya, Mas Hanafi dan rekan-rekan lain yang berpendapat bahwa SPAN hanyalah proyek sia-sia yang akan jadi beban anak-cucu menutup lubang yang kita gali, adalah ungkapan rasa khawatir akan kegagalan aplikasi yang dikembangkan sementara biaya yang dikeluarkan amat menakjubkan dan dana tersebut bersumber dari PHLN. Kekhawatiran tersebut amat beralasan karena sebagaimana pernah saya singgung di milis, aplikasi-aplikasi yang dikembangkan yang melibatkan vendor berkaliber internasional lebih banyak gagalnya. Salah satu contoh adalah yang Pak Budisan ungkap, yaitu ORAFIN yang ditangani Ernst & Young. Menteri Keuangan dan jajaran pimpinan Dep. Keuangan pada umumnya memang amat memerlukan dukungan informasi yang cepat, tepat, akurat dan real time. Di sisi lain, pelayanan kepada publik juga memerlukan hal yang sama. Bahkan masih ditambah zero-cost. Semua ini adalah outcomes yang menjadi target pengembangan SPAN. Untuk target ini, saya yakin Mas Hanafi dan rekan-rekan lain setuju. Sedangkan yang membuat mereka kurang sreg adalah dana yang harus dikeluarkan untuk keperluan pengembangan, termasuk proses bidding, spesifikasi hardware dan segala prasyarat yang harus dipenuhi (baca : intervensi Bank Dunia). Benar sekali pendapat bahwa perkembangan teknologi komputer begitu cepat sehingga kekhawatiran hardware yang diadakan saat ini, pada saat aplikasi diimplementasikan sudah ketinggalan kereta. Hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil dan mengada-ada. Mereka hanya berharap agar SPAN tidak semata menjadi proyek prestisius dan ambisius dan berujung pada kegagalan. Pertanyaannya, apa yang sebaiknya dilakukan agar kebutuhan pimpinan Dep. Keuangan dan peningkatan pelayanan kepada publik sebagaimana dikemukakan di atas dapat dipenuhi? Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut saya mencoba berfikir sederhana dengan fokus kajian tulisan Pak Budisan. Dapat dikatakan hampir seluruh unit kerja, baik di tingkat ditjen, direktorat, kanwil maupun kantor-kantor pelayanan lingkup Dep. Keuangan yang terkait dengan tujuan pengembangan SPAN saat ini sudah mengimplementasikan dukungan sistem komputerisasi. Persoalannya, sistem yang dikembangkan oleh masing-masing unit organisasi tersebut belum terpadu, masih jalan sendiri-sendiri sebatas menunjang kebutuhan mereka. Akibatnya seperti yang digambarkan Pak Budisan, data pagu DIPA antara Seksi PB dan Seksi Verak di satu KPPN saja berbeda. Lebih jauh lagi, kebutuhan informasi pimpinan sebagaimana diharapkan belum dapat dipenuhi. Menteri Keuangan belum dapat tinggal pencet untuk mendapatkan informasi yang diperlukan. Dari penjelasan Pak Budisan dapat disimpulkan bahwa SPAN sebagai aplikasi yang didukung TI yang complicated diharapkan mampu mengambil alih peran subsistem-subsistem tersebut sekaligus memenuhi kebutuhan informasi pimpinan. Artinya, SPAN diperlukan tetapi harus dipikirkan bagaimana meminimalkan resiko kegagalannya. Pak Budisan juga mengungkapkan bahwa pengembangan SPAN tahap-1 sudah dimulai. Apakah langkah ini akan ditindaklanjuti masih tergantung kajian para pakar dan konsultan serta tentunya pendapat-pendapat pihak-pihak yang terlibat dalam lingkup pengembangan SPAN. Untuk itu, dalam upaya mendukung keberhasilan implementasinya, solusi yang menurut pendapat saya dapat dipertimbangkan adalah : 1. Saya sependapat untuk membentuk/menunjuk unit organisasi yang spenuhnya bertanggung-jawab dalam pengembangan SPAN. Unit organisasi inilah yang menjalankan fungsi sebagai koordinator dari unit-unit kerja terkait sekaligus mengelola database, jaringan komunikasi data, hardware dan software serta aspek-aspek teknis lainnya. Dengan tupoksi yang spesifik tersebut dapat dipertimbangkan menunjuk Pusintek yang secara struktural berada di bawah Setjen. Dep. Keuangan. Pertimbangan saya, keberadaan Pusintek netral dan memiliki pengalaman dalam bidang TI; 2. Menempatkan staf teknis (programmer dan fungsional) pada unit organisasi yang dibentuk/ditunjuk secara dedicated; 3. Untuk mendukung tupoksi pengembangan SPAN agar disusun dan ditetapkan regulasi-regulasi yang memberi kewenangan kepada unit organisasi yang dibentuk/ditunjuk dalam rangka koordinasi antar unit organisasi; 4. Mengevaluasi hasil-hasil yang sudah dicapai oleh GFMRAF sehubungan business process, macro design dan aspek-aspek teknis lainnya; 5. Mengevaluasi aplikasi-aplikasi yang telah dijalankan oleh unit-unit organisasi terkait, baik dari desain, struktur data, hardware/software maupun arah yang menjadi tujuan pengembangan; 6. Merancang blueprint SPAN berdasarkan hasil evaluasi tersebut pada butir 4) dan 5) sebagai acuan pengembangan aplikasi; 7. Mengembangkan SPAN per modul sesuai skala prioritas di mana pengadaan hardware-nya tidak dilakukan serentak melainkan diselaraskan dengan perkembangan TI pada saat modul bersangkutan dikembangkan. Selanjutnya saya juga berharap, apabila keputusan untuk pengembangan SPAN adalah dilanjutkan, agar dioptimalkan penempatan tenaga-tenaga muda (fresh blood) pada unit organisasi yang dibentuk/ditunjuk. Mereka inilah yang pada saatnya akan menjadi rantai penghubung untuk menjaga kesinambungan pengembangan dan implementasi SPAN. Itu saja dari saya di desa. Wassalam, Yangkung Budi Santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pak Hari, > > Untuk pak Bulus, saya ingin menegaskan kembali (lihat >dalam tulisan saya sebelumnya) bahwa SPAN adalah bagian >dari proyek GFMRAP dan kegiatannya dibiayai melalui >beberapa sumber, termasuk pinjaman Bank Dunia dan dana >pendamping dari pemerintah kita (GOI). > > Kepada teman-teman milis lainnya, seandainya berminat >untuk memberikan komentar atau tanggapannya terhadap >tulisan saya, saya akan sangat senang dan berterimakasih >sekali apabila teman-teman dapat menyampaikan alternatif >solusi terhadap permasalahan pengembangan SPAN yang telah >saya sampaikan dalam tulisan saya sebelumnya. > > Salam, > budisan > > ----- Original Message ---- >From: Hari Ribowo <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Friday, February 22, 2008 2:10:31 PM > Subject: Re: [Forum Prima] Re: Sosialisasi SPAN ala >Budisan > > bagaimana tanggapan pak Budisan? > > ----- Original Message ---- >From: yohan gaol <[EMAIL PROTECTED] com> > To: forum-prima@ yahoogroups. com > Sent: Friday, February 22, 2008 8:20:22 AM > Subject: Re: [Forum Prima] Re: Sosialisasi SPAN ala >Budisan > > saya hanya menambahkan. .. > Dua tulisan yang sangat bagus yang mungkin akan mebuka >cakrawala berpikir kita yang masih lama mengabdi di DJPBN >tercinta ini... > Saya jadi teringat waktu ada surat dari pusat untuk >bahan rapimtas... > "Apa yang anda ketahui tentang SPAN???????" > "Kapan Sebaiknya SPAN dilaksanakan? ??? > akhirnya saya mencoba menanyakan kepusat apa itu SPAN >karena rata-rata orang di Kanwil belum mengetahui tentang >SPAN dan saya teringat akan GMRAF sehingga saya buka >situs tersebut tetapi saya jga masih belum menemukan apa >itu sebenarnya SPAN .. > Dengan penjelasan pak BUDISAN bahwa ini merupakan proyek >yang dibiayai dari bantuan Bank Dunia dan dengan >penjelasan pak hanafi bahwa kita masih didikte oleh Bank >Dunia dalam hal segalanya.. > Berarti kita benar-benar belum merdeka.. > jadi ngawur yach > Makasih pak Budisan atas penjelasanya. .. > > h4nafi <[EMAIL PROTECTED] go.id> wrote: saya hanya mau >komentar, > SPAN ini mirip dengan proyek sia-sia yang dibiayai >anak-anak dan > cucu-cucu saya nanti... > kenapa ? > saya pernah bergabung dalam salah satu sub-tim di SPAN > dan hasilnya ? nothing... > > perencanaan lelang pengadaan barang yang terlalu banyak >intervensi > dari World Bank telah membuat harga yang masuk dalam >bidding document > bakalan melonjak drastis. > selain itu, untuk peralatan elektronik semacam komputer >dan server, > berapa lama dia ber > > Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun. > Hentikan sekarang juga. > Yahoo! Groups Links > > ____________ _________ _________ _________ _________ >_________ _ > Never miss a thing. Make Yahoo your home page. > http://www.yahoo. com/r/hs > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Looking for last minute shopping deals? >Find them fast with Yahoo! Search. > http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping > > [Non-text portions of this message have been removed] > ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- Bagi anda Pelanggan TELKOM di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur. Nikmati Hari SABTU & MINGGU Anda untuk Internetan dengan tarif murah TelkomNet Instant, CUMA Rp.100/menit ALL IN (termasuk pulsa telepon). Nomor Akses : 080989999 User name: [EMAIL PROTECTED] Password : telkom Ayo buruan, promo ini cuma berlaku sampai 31 Desember 2007
