Teman-teman Anggota Milis yang Budiman,
Kemarin malam saya mengikuti rapat internal DSP yang membahas struktur
organisasi Direktorat Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan (DP3) yang
dimaksudkan untuk melengkapi direktorat-direktorat teknis (operasional)
perbendaharaan yang ada di kanpus saat ini. Pelaksanaan rapat berlangsung
dengan seru karena, seperti biasa, hampir selalu ada saja pendapat yang setuju
dan tidak setuju tentang rencana struktur organisasi yang diusulkan. Malam
sudah semakin larut, tetapi hasil kesepakatan tentang organisasi yang akan
dibentuk masih jauh dari harapan.
Walaupun mata saya sebenarnya sudah terasa sangat berat, namun saya masih bisa
mendengarkan beberapa teman saya yang mempertanyakan tentang definisi Proses
Bisnis dan apakah DP3 perlu melakukan kegiatan pembinaan apabila peraturannya
sendiri dibuat oleh masing-masing Direktorat lainnya (PA/APK/PKN/dll).
Demikian pula, apakah semua masalah perbendaharaan harus diteruskan (oleh pak
Dirjen) ke DTP untuk diselesaikan dan apakah proses penyusunan semua peraturan
perbendaharaan harus melalui dan disetujui oleh DP3.
Karena lelah mendengar diskusi yang terus berlangsung tanpa membuahkan hasil
yang memuaskan, disamping juga karena merasa tidak mendapatkan kesempatan yang
cukup untuk bicara, saya memutuskan untuk membuka halaman per halaman buku
Treasury Reference Model (2001, World Bank Technical Paper No. 505, by Ali
Hashim and Bill Allan).
Ketika pada halaman 27 (Figure 5. Government Financial Management Cycle) saya
membaca tulisan Payments dan Receipts Management, saya lalu ingat cerita
tentang lahirnya Direktorat Pengelolaan Kas Negara dan dilikuidasinya
Direktorat Perbendaharaan di DJA (lama) yang telah mengakibatkan hilangnya
salah satu unit penting (unit pengelola pembayaran dan penerimaan negara) pada
Ditjen PBN. Dalam hati saya berpikir, mengapa kita tidak membuat Direktorat
Pengelolaan Pembayaran dan Penerimaan (Negara) saja daripada membuat Direktorat
Peraturan dan Pembinaan Perbendaharaan (DP3) yang tidak jelas tujuan dan
kebutuhannya. Direktorat Pengelolaan Pembayaran dan Penerimaan itulah yang,
menurut saya, pantas untuk menjadi Kakek dari Seksi PB dan Seksi
Bendum/Persepsi KPPN yang menangani masalah pembayaran dan penerimaan.
Direktorat tersebut yang nantinya bertugas (antara lain) menyempurnakan
Perdirjen 66/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas
Beban APBN.
Dengan demikian, apabila usulan saya tersebut disetujui, maka di KPPN perlu
dibentuk Seksi Pembayaran dan Seksi Penerimaan (atau digabung saja menjadi
Seksi Pembayaran dan Penerimaan?) yang menggantikan Seksi PB dan Seksi
Bendum/Persepsi. Mungkin diperlukan Seksi Kas di KPPN agar supaya jelas
koordinasinya dengan Kakeknya di kanpus (Dit. PKN). Nama Seksi Vera sebaiknya
diganti saja menjadi Seksi APK (sama dengan Kakeknya yang ada di kanpus).
Selanjutnya, unit-unit kerja (Bidang) di tingkat Kanwil juga perlu disesuaikan.
Kita perlu Bidang (Pengelolaan) Pembayaran & Penerimaan dan Bidang Kas (atau
digabung saja menjadi Bidang P3K?) di Kanwil yang menggantikan Bidang Pembinaan
Perbendaharaan. Nama Bidang Aklap perlu disesuaikan dengan Bapaknya di
kanpus menjadi Bidang APK.
Saya berpendapat bahwa sebaiknya kita menggunakan nama direktorat teknis sama
dengan nama komponen/fungsi perbendaharaan (treasury). Sebagai contoh, Dit
Pengelolaan Kas, Dit. Pelaksanaan Anggaran (Pengelolaan Otoritas
Penganggaran/Pembelanjaan?) dan Direktorat Pengelolaan Utang/Piutang. Selain
itu, kegiatan penyusunan peraturan dan kegiatan pembinaan kepada kantor
instansi vertikal sebaiknya dilakukan oleh direktorat(-direktorat) teknis
terkait. Pola kerjasama antar direktorat (antar Bidang di Kanwil) dalam
melaksanakan kegiatan pembinaan kepada instansi-instansi vertikal tentu perlu
dikembangkan lebih lanjut agar supaya kegiatan pembinaan tersebut dapat
dilaksanakan secara lebih efisien dan terpadu.
Sayang sekali malam itu, ketika saya hendak bermaksud minta waktu kepada
pimpinan rapat intern DSP untuk menyampaikan pendapat tentang perlunya dibentuk
Direktorat Pengelolaan Pembayaran dan Penerimaan di kantor pusat, tiba-tiba Hp
saya berbunyi keras sekali. Saya kaget, karena cerita tentang rapat dan semua
ide yang telah saya pikirkan tersebut ternyata hanyalah mimpi. Kemarin malam
saya memang menikmati tidur dengan pulas, dan tidak dapat menghadiri rapat
lanjutan pembentukan organisasi yang akan mewadahi kegiatan pengembangan SPAN
yang diselenggarakan oleh DSP. Walaupun saya sebenarnya merasa puas, karena
saya telah bermimpi bahwa kita sebenarnya membutuhkan kehadiran Direktorat
Pengelolaan Pembayaran dan Penerimaan. Tetapi, benarkah kita membutuhkannya?
Salam,
budisan
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs
[Non-text portions of this message have been removed]
Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
Hentikan sekarang juga.
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/forum-prima/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/