Buat Yth. Mas Musukhal

Dari uraian yang telah dijelaskan dalam bagian kesatu dan bagian
kedua mungkin dapat saya simpulkan bahwa terjadinya ketidakserasian
antara supply dan demand SDM di lingkungan DJA dulu dan sekarang DJPB
adalah karena tidak ada suatu perencanaan kebutuhan SDM jangka
pendek, menengah dan panjang sehingga regulasi yang diterapkan kadang
menimbulkan permasalahan yang berkaitan dengan SDM organisasi
meskipun hal itu belum sampai mengguncang organisasi.

Menurut saya memang ada benarnya juga pendapat ini namun mungkin
perlu ditambahkan bahwa hal ini terjadi karena adanya perubahan yang
begitu cepat yang terjadi didunia ini termasuk reorganisasi
Depkeu.Pada awalnya kita tidak dapat membayangkan akan adanya KPPN
Percontohan yang dengan percepatan bisnis prosesnya dan penggunaan IT
membutuhkan tenaga yang tidak terlalu banyak, sehingga dengan
sendirinya akan menambah pegawai yang berlebih terutama pegawai-
pegawai yang sudah berumur, hal ini tidak akan dapat diatasi dengan
perencanaan jangka pendek dan menengah maupu jangka panjang karena
adanya regulasi yang sangat berbeda dari sebelumnya.

yang kedua menurut saya terjadinya ketidakserasian supply dan demand
SDM karena belum berfungsinya Biro SDM di tingkat departemen,
seharusnya pihak departemenlah yang membuat regulasi mengenai pegawai
yang berlaku untuk semua pegawai dilingkungan Depkeu bukannya
ditentukan oleh unit eselon I.

Jadi yang perlu dipertimbangkan menurut saya adalah 1. Peran
Departemen harus lebih dikedepankan terutama dalam regulasi
kepegawaian. 2. Transfer pejabat/ pegawai antar eselon I bukan lagi
menjadi sesuatu yang tabu 3.Perlunya data base kepegawaian secara
elektronis sehingga dapat dengan cepat dalam menyediakan segala
informasi kepegawaian.


Demikian

bravo DJPB
Ano


--- In [email protected], "musukhal" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Postingan ini adalah refleksi pribadi setelah mengabdi hampir 15
tahun
> untuk organisasi kita yang tercinta, tidak ada tendensi (dan jangan
> diartikan) untuk menyududtkan apalagi menyalahkan siapa pun yang
> terkait. Yang saya munculkan di sini adalah apa yang tampak kasat
mata
> sehingga ada kemungkinan untuk salah dalam menfsirkan.
>
> 1. Bagian Kesatu
>
> Di era 1990-an, kebijakan kepegawaian kurang memberikan support bagi
> pengembangan individu pegawai. Pada masa itu, para pegawai yang
> melanjutkan kuliah S1 atas inisiatif sendiri (AIS) b

Kirim email ke