Seperti diketahui bersama, bahwa kantor kita ini mengalami beberapa 
perubahan yg sangat berati, entah apa yg menjadikan hal demikian, 
dari pengalaman saya dimulai dengan pengalihan pembayaran pensiunan 
ke PT Taspen,Penggabungan Kas Negara dengan KPN, Penggabungan KTUA 
dengan KPKN sehingga lahir lah BAKUN, pengalihan pembayaran dengan 
sistem perbankkan (giralisasi), perubahan DJA menjadi DJPB- sampai 
rencananya pengalihan pembayaran gaji ke satker. semua itu adalah 
tuntutan jaman yaitu tuntutan kemajuan teknologi yg ada, semua 
pelayanan dibuat seperti robot dengan pemakaian sistem komputerais, 
imbas yg ada adalah SDM berlebih sehingga untuk me-manage personalia 
sangatlah berarti penataannya, sistem piramit sudah beralih dan 
terbalik jadi bukan lagi piramit melainkan mengkrucut kebawah yaitu 
seperti palung dalam lautan. hal ini sangat-2lah susah untuk 
berjenjang karirnya sementara pangkat banyak yg tinggi-2 belum 
mendapatkan job yg ada sementara junior banyak yg berkarir solo 
semakin lama semakin banyak dan sang senior menjadi penonton. 
Tidaklah berarti DUK yg ada kita buat karena sistem DUK yg ada hanya 
buat konsumsi laporan kepegawaian yg ada hanya untuk sebagai 
penonton dan pelengkap, apalah arti sebuah DUK pada kepegawaian 
kalau hal ini tidak dikontribusikan dengan seksama, utuk itu mohon 
kiranya bapak-2, ibu-2, saudara-2 sekalian marilah kita pikirkan SDM 
yg ada ini dalam tubuh Ditjen Perbendaharaan ini, salinglah 
membantu, salinglah mensuport agar kita semua dapat berkarya demi 
masa depan kelak. trims

Kirim email ke