Sebuah pernyataan dalam awal September bukanlah September ceriah yg 
aku dpt, aku  hijrah disuatu kota yg kaya akan tambangnya, dalam 
hatiku sih sangatlah senang krn aku pulang kampung, namun apa yg 
harus aku jalani suatu tempat yg akan aku singgahi gedung megah 
berdiri aku terpukau dngn gaya gedung tsb, suatu hari aku sdh 
menjadi penghuni yg tetap betapa kagetnya aku melihat dlm gedung 
sangatlah sempit dan banyak penduduk yg berjubel, apa yg kita 
harapkan hanyalah halusinasi belaka pengaruh dari jumlah penduduk yg 
ada dngan didukung gedung yg tdk pantas untuk jumlah penduduk 
akirnya pembagian kue dibagi-2kan kepada penduduk maksudnya 
pembagian merata, tapi apa yg terjadi gesekan sangatlah keras hidup 
disini, makin lama makin aku tdk betah hidup dlm naungan jumlah 
penduduk yg ada, aku bersabar dan bersabar menanti sang penolong iba 
menolongku, entah sampai kapan aku dpt hidup seperti ini, akankah 
aku dpt membuahkan hasil karyaku, kayaknya situasi tdk mendukung 
untuk maju, dikebiri, dan selalu buta berita krn jauh dari keramaian 
kota besar, sementara tema-2ku yg ada dikota besar sama-2 berkarya, 
majulah dia raihlah dia untuk kedepan, harapan temanku sdh didpt, 
tapi aku masih terbelakang, masyarakat disini tdk bisa berkompromi 
krn lebih memntingkan pribadinya sendiri, egois yg ada, bersolah-
solah antar masyrakat maklum digedung yg megah ini banyak penghuni 
tapi tdk ada secara greget untuk maju. Makin lama kita makin bosan 
dengan situasi seperti ini hanya harapanku menanti sang penolong yg 
iba menolongku, tolonglah aku, bebaskan dari cengkeraman yg buta 
berita alhasil derita yg kualami kujalani hampir 1 tahun rasanya 
lama kayak bertahun-tahun akankah aku dpt maju?, akankah aku dpt 
berkembang? bisakah saudaraku membantuku, demikianlah deritaku trims

Kirim email ke