Membaca tulisan Edoe, saya jadi ingat dan  mau konfirmasi, gimana
dengan rumah dinas yang pernah saya tempati di Jl. Martadinata Merauke
yang dipatok oleh PIUS ULIR GEBZE ( mulai masang patok sampe saya
pindah, kira-kira 7 bulan orangnya nggak pernah nongol ke rumah atau
ke kantor).

Saya tinggalkan rumah tsb tanggal 9 Januari 2008, patok itu masih ada.
Lengkap dengan janur kelapa yang sudah mengering. Gimana sekarang
????????????

--- In [email protected], Edoe Nugroho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mohon maaf saya cuma mengeluarkan sedikit problem di sini masalah
rumah dinas...saya sangat setuju jika rumah dinas ditertibkan...di
sini banyak sekali rumah dinas yg ditempatin yang tidak
berhak...(pensiunan,janda pegawai,atau suku setempat)yg terakhir saya
sebutin itu masalah utama di sini...soalnya masalah tanah di sini
sangat rumit..kalo apes ditinggal cuti aja rumah bisa diserobot...dulu
ada pegawai dari perlengkapan pusat yg mau ambil foto rumah yg
dipalang(istilahnya)dikejar pake parang...tapi sekitar 1 bulanan yg
lalu sudah mulai ditertibkan para penghuni liar itu tapi sa

Kirim email ke