Saya setuju "BBM = harga pasar". Selain alasan yang sudah disebutkan, subsidi 
mengakibatkan disparitas harga yang mengilhami penyelundupan. Bukan hanya BBM. 
Pupuk juga telah menjadi komoditas selundupan yang sangat menguntungkan bagi 
para pengkhianat.
Bukan saatnya lagi untuk mengeluh soal keadaan. Kalau memang merasa memiliki 
kemampuan, sebaiknya gunakanlah untuk mencari solusi. Terutama bagi kaum 
intelektual yang telah atau sedang dididik bertahun-tahun di bangku kuliah. 
Sepertinya mahasiswa dan mantan mahasiswa tidak pantas menuntut subsidi untuk 
rakyat (melalui demo atau apapun). Seharusnya mereka/kita menggunakan ilmu 
pengetahuan untuk mencari solusi untuk rakyat dan bukan memperbesar masalahnya.
Mungkin kutipan puisi yang dibacakan Dedy Mizwar dalam rangka 100th Kebangkitan 
Indonesia dapat dijadikan inspirasi:

"Bangkit itu malu..........
Malu menjadi benalu
Malu karena minta melulu

Bangkit itu Tidak ada.....
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa

Bangkit itu aku...........
........untuk INDONESIAKU"

Jangan menyerah pada keadaan, atasilah keadaan. Cari solusi, bantu sesama.

sukarnon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             Mas, kalo 
menurut saya emang sebaiknya malah BBM dinaikan sesuai
 dengan harga pasar, dengan alasan :
 1. mengurangi besaran subsidi terutama untuk si Kaya
 2. menyelamatkan APBN
 3. pendapatan yang lebih besar bagi negara dengan adanya margin harga
 dan berkurangnya subsidi yang sangat signifikan.
 4. penghematan penggunaan BBM
 5. merangsang terbitnya peraturan yang jelas tentang penyelamatan
 kemiskinan akibat kenaikan BBM bukan cuma BLT yang mungkin bikin oran
 miskin tambah malas (tentunya dari subsidi yang dapat dihemat tadi). 
 6. memperbaiki image pertamina dengan penggantian pejabat pertamina
 sehingga akan menarik kepercayaan investor untuk menanamkan investasi
 di indonesia melalui pertamina.
 7merangsang terbitnya peraturan yang jelas tentang penghematan pada
 instansi pemerintah dll.
   
 sebab dengan kondisi pemberian subsidi seperti sekarang justru orang
 kaya yang menikmati, pemerintah tidak dapat hanya menghimbau
 masyarakat untuk berhemat sementara tidak ada contoh dari pemerintah
 sendiri tetapi pemerintah harus dapat menaikan harga BBM sesuai dengan
 harga pasar sehingga akan memaksa masyarakat untuk mengurangi
 penggunaan BBMnya terutama orang kaya yang mempunyai kendaraan lebih
 dari satu, demi kebaikan dimasa datang.
    
 semoga ada manfaatnya ,barangkali ada pandangan lain 
 
 peace
 ano
 
 --- In [email protected], "nagayamuni" <[EMAIL PROTECTED]>
 wrote:
 >
 > kembali pemerintah mau menaikkan harga bbm. kembali rakyat yg hrs
 > berkorban. rakyat dipaksa urunan untuk menyelamatkan apbn. sementara
 > orang2 kaya, pengusaha2 kelas kakap ongkang2. pada lari kemana mereka.
 > kenapa bukan meraka yg urunan utk menyelamatkan apbn. Apakah
 > pemerintah takut sama pengusaha. 
 > 
 > Rakyat ngerti apa ttg apbn. yg mereka tahu harga jangan naik.
 > kebutuhan perut terpenuhi. makan cukup. anak2 bisa sekolah. 
 > 
 > pikirkan kembali kalau mau naikkan harga bbm. masih banyak cara untuk
 > menyelamatkan apbn. hemat jangan cuma dimulut. tapi kelakuan boros
 > nggak ketulungan.
 >
 
 
     
                                       

       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke