Asyik juga diskusi BBM ini, ikutan ah... sebenernya nggak mutu juga kalau manusia sejenis aku ikutan topik yang udah dipikirin solusinya oleh orang orang pinter setingkat menteri, tapi yang namanya demokrasi warung kopi, biar seru ajalah. kenapa sih kita phobia terhadap kaum kapitalis , negara negara yang maju ko malah negara kapitalis ya, dan negara 2 yang pemerintahnya mendukung habis para kapitalis itu, yang jomplang banget tuh kaya di korea antara korsel yang dibentuk kapitalis sama sebelahnya korut yang katanya republic rakyat demokratic korea ( korut ), jadi negara kapitalis nggak ada ruginya ko,
tak ada satupun negara di dunia sekarang yang bisa menolak keterikatan dengan negara lain, saat ini contohnya, yang merusak kilang minyak di irak dan memblokade iran bukan lah rakyat kita, tapi efek dampaknya sampe ke tukang eceran minyak di parung sana. kenapa, karena kita tinggal di dunia yang sama, hidup dari nature resources yang sama, di draft protokol kyoto (ttg pemanasan global) ada satu pasal yang mengakui brasil dan indonesia merupakan paru paru dunia, dan dunia /PBB mesti bayar ke negara 2 ini buat mempertahankan hutannya 4 dolar per meter persegi, jadi kita semua ini saling membutuhkan sebenernya. aku membayangkan betapa dunia yang akan ditempati anak2ku nanti adalah dunia yang tanpa batasan, sekarang saja sudah makan roti yang gandumnya impor dari australia, makan permen buatan malaysia, sekali kali makan beras yang katanya dari thailand, begitu juga orang nigeria sekarang katanya punya makanan pokok indomie yang berasal dari sini, orang india, china, jepang dll masak pake minyak goreng dari kebun sawitnya naga bonar di siantar sana..., balik lagi ke BBM, emang kalo di sini tetep rp.4500 dan di singapur rp.13500 berarti kita mesti beli pesawat yang banyak buat jagain negeri ini, mesti punya banyak korvet ( kapal perang pemburu) jagain garis pantai terpanjang di dunia buat mencegah penyelundupan, dukung bbm naik, nggak juga, kalo perlu malah di turunin biar rakyat kita leluasa bergerak, biar nggak jalan kaki kalo mau nyari nafkah, biar negara tambah kaya, tapi sekali lagi keadaan dunia yang saling berikat memaksa kita semua yang biasanya prihatin sebagai negara ketiga mesti ditambah lagi deritanya dengan naiknya harga minyak di dunia, dan pemerintah kita udah kehabisan duit buat nalangin subsidinya.. *** sumber gossip: tipi, koran, dan internet --- In [email protected], "nagayamuni" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > kaau bbm sesuai dg harga pasar, berarti kita masuk perangkapnya kaum > kapitalis. nantinya pemain asing bakalan membanjiri masuk industri > hilir ikut ngecer bbm. kalau sdh demikian siap2 saja pertamina > bangkrut krn kalah bersaing. tahu sendiri khan kualitas pertamina. > > soal subsidi salah sasaran itu soal lain. itu urusannya pemerintah. > jangan cari gampangnya saja kalau mau selamatkan apbn. ingatlah > dampaknya yg luar biasa bagi rakyat kecil. perlu diingat bahwa rakyat > kecil itu bukan cuma mrk yg berhat dapat blt(19 juta). masih ada > jutaan yg lain yg ikut menerima dampak kenaikan bbm. > > dinegara manapun politik subsidi bagi rakyatnya adalah hal yg lumrah. > jadi jangan gengsi disubsidi. rakyat yg tak berdaya butuh dukungan > dari negara. dan itu kewajiban negara untuk mensejahterakan rakyatnya. > > > --- In [email protected], "sukarnon" <sukarnon@> wrote: > > > > Mas, kalo menurut saya emang sebaiknya malah BBM dinaikan sesuai > > dengan harga pasar, dengan alasan : > > 1. mengurangi besaran subsidi terutama untuk si Kaya > > 2. menyelamatkan APBN > > 3. pendapatan yang lebih besar bagi negara dengan adany >
