Kita telah mengetahui bahwa hasil pemeriksaan BPK atas laporan 
keuangan tahun 2007 mendapat opini disclaimer. 

Secara langsung, hasil opini tersebut memang tidak bisa dikaitkan 
dengan peran dan tugas pokok KPPN, Kanwil Perbendaharaan, ataupun 
Kantor Pusat DJPBN.

Opini disclaimer diberikan BPK lebih banyak disebabkan faktor 
perbedaan pandangan dalam penerapan sistem akuntansi dan adanya 
pembatasan ruang lingkup audit. Dua faktor ini tampaknya yang selalu 
menjadi sebab utama laporan keuangan pemerintah mendapat opini 
disclaimer sejak tahun 2004.

========

Kita juga baru mengetahui berita KPK menemukan sejumlah uang sejumlah 
puluhan juta rupiah di salah satu loket pada Kantor Pelayanan Umum 
Bea Cukai Tanjung Priok. Uang tersebut diduga sebagai uang suap atas 
pelayanan kantor Bea Cukai di sana. 

Sekali lagi, secara langsung, penemuan tersebut memang tidak bisa 
dikaitkan dengan peran dan tugas pokok KPPN, Kanwil Perbendaharaan, 
ataupun Kantor Pusat DJPBN.

Penemuan sejumlah uang puluhan juta rupiah yang untuk sementara 
diduga hasil suap, disebabkan belum berubahnya mentalitas "memeras" 
pada oknum pegawai yang berdinas di KPU Bea Cukai Tanjung Priok.
Sejak awal reformasi birokrasi Departemen Keuangan, salah satu aspek 
yang akan dibenahi adalah karakter dan mentalitas pegawai, terutama 
pegawai yang berada di kantor pelayanan percontohan semacam KPU 
Tanjung Priok tersebut.

=========

Melihat dua keadaan diatas, saya sedang menerka-nerka bagaimana wajah 
cantik Ibu Sri Mulyani melihat keadaan ini, setelah sekian waktu 
dicoba untuk tersenyum meladeni kritikan politisi, mantan pejabat, 
aktivis mahasiswa, hingga ibu-ibu rumah tangga karena kebijakan 
menaikkan harga BBM.

Saya juga tidak bisa menerka-nerka bagaimana dengan nasib remunerasi 
di Departemen Keuangan selanjutnya. Bisa jadi di kantong Bu Menteri 
sudah ada jawaban nasib remunerasi selanjutnya.

Kita tunggu saja....


Bravo DJPBN....


Rahman060089216
IALF Denpasar


Kirim email ke