Mau nanggapin ah....
Penggunaan Istilah 'koruptor religi(o)us'kayaknya kurang pas, dan
dikhawatirkan semakin mendangkalkan 'dosa' korupsi.

Korupsi dan religiusitas itu bagaikan air dan minyak. Orang yang
religius gak mungkin korupsi, dan orang yang korupsi gak mungkin
religius. Kalo ada koruptor yang nyumbang sana nyumbang sini, itu
hanya usaha untuk mengelabui publik dari kekorupannya. Bisa jadi juga
ingin 'mengelabui' Tuhan seolah Dia itu bodoh, Yang tidak bisa menilai
yang mana air 'jernih alami' dan 'air keruh yang dijernihkan'. Padahal
pertanyaan setelah kita mati tentang harta itu ada dua: "Darimana
didapatkan" dan "untuk apa digunakan". So...

Mudah-mudahan ini bisa menjadi renungan bagi orang-orang yang
terbutakan matanya dengan 'sumbangan' para koruptor kemudian
mengatakan sang korupto sebagai Robin Hood. Saya yakin kalau Robin
Hood itu seorang PNS, dia gak akan korupsi uang negara dan
mebagi-bagikannya kepada masyarakat.

Mudah-mudahan ini juga menjadi pengingat bagi yang merasa dirinya
religius untuk menghindari (bagi yang belum) dan menghentikan (bagi
yang terlajur melakukan) korupsi karena yang haq dan yang batil tidak
akan pernah bersatu.

Wallohu a'lam  
 
--- In [email protected], Bayu Biru <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mnurut gw, kasus luar biasa yg dcritain ms Amir ntuh (Koruptor
Religius) dah serng dekspose d khutbah n ceramh2. 



Kirim email ke