Aslmalkm, salam damai untuk semua...
Kalo menurut saya, permasalahannya itu bukan soal assesment2 an kayak
sekarang ini. Sejak dulu, seleksi masuk pegawai depkeu itu tidaklah mudah. Yang
dari STAN Prodip adalah orang2 pilihan, yang dari S1 juga nggak kalah
kualitasnya. Yang jadi masalah adalah penegakan dan ketaatan pada aturan yang
ada.
Coba kita lihat sekarang, renumerasi sudah tinggi, pegawai diassesment, yang
lulus assesment ditinggikan lagi renumerasinya, kemudian dibikin buku saku
tentang kode etik, yang mana kode etik ini tidak lain hanya menghidupkan lagi
kode etik masa lalu yang selama ini dicampakkan, bukanlah kode etik yang sudah
diperbarui.
Lalu apa yang terjadi, karena tidak ada pengawasan atas pelaksanaan kode etik
itu, ya sama aja bohong. Orang masih berfikir, " nggak apa2 mencuri asal nggak
ketangkep".
Setelah penegakan kode etik, selanjutnya adalah pembinaan pegawai. Saya nggak
habis pikir, kemana arahnya assesment yang saat ini dilakukan di depkeu.
Mestinya habis diassesment pegawai itu harus dibina, karena apapun tujuan
assesment dan seperti apa hasilnya, itu adalah cermin kinerja pembinaan selama
ini. Apakah selama ini pegawai sudah dibina dengan baik, atau malah dibinasakan
dengan arogansi dari para pemegang kekuasaan birokrasi???
Mari koreksi diri...
gautama seti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
jurinya siapa?
klo ga lulus di cap ga bermoral dong? lah.. jurinya emang moralnya
yang ngetest siapa? hakim agung aja "ga bermoral" (opini saya sih)
kayanya ga mungkin deh.. karena standar ukurnya ga ada
piss man..
2008/6/2 Doniem Putra <[EMAIL PROTECTED]>:
> apa perlu dilakukan assesment moral untuk pegawai di lingkungan departemen
> keuangan ??????
> mohon tanggapannya.....
> salam,
> donie
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
--
=================================
Gautama Seti
Financial Advisor
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]