Ass Wr Wb
Dear Milis
Sebagaimana diketahui bersama, bahwa pada suatu unit organisasi, baik 
swasta maupun Pemerintahan, semua sama tdk ada bedanya yg membedakan 
hanya sistem penggajian personalia dan kreatifitas personalian disuatu 
tempat unit organisasi. sy juga turut prihatin atas yg menimpanya kawan 
kita di BC ini tapi apalah yg terjadi hal itu hanya kenangan utk 
dikenang. Jabatan,kemewahan,kehidupan yg berkelebihan bergelimang 
dengan harta itu tdk lain semua orang sangat berharap. Kalau boleh usul 
bahwa disuatu unit organisasi perlu diadakan perubahan sistem yaitu 
selaras dngn formasi birokrasi yg berjalan ini, untuk pelayanan disuatu 
tempat unit organisasi perlu diadakan perubahan sistem, jadi bagaimana 
caranya user mengurus sesuatu tdk lagi berhubungan dngn sumber 
pengelola dokumen, user sebaiknya melunasi kewajibannya via perbankan 
alur dokumen dipersempit sehingga dalam pemotongan rantai alur dokumen 
diperpendek dan selektif maka hasilnya akan max dan jauh dari KKN. 
begitu juga dikantor kita ini selama ini pemutusan mata rantai 
dipersingkat sehingga dimungkinkan sangat pendek untuk KKN, ditempat 
kita ini sdh bagus tinggal memoles sedikit nantinya kedepannya akan 
bersih KKN.tapi perlu diingat lo, suatu kebijaksanaan pasti ada 
imbasnya tak lain personalia banyak jadi berkorban sehingga kalau dalam 
hal ini tdk dilakukan dengan sangat bijak maka hasilnya tdk akan bagus 
dan bila menghasilkan bagus tapi tidak langgeng hanya sesaat saja. 
kiranya itu yg dapat sy urun rembug dan bila ada prkata yg kurang 
berkenan mohon dimaafkan.trimakasih 
Wass Wr Wb
Hamba Allah  

lebih jelas lagi, contohnya ya yang terjadi di KPU BC Tanjung Priok 
beberapa hari lalu.
> Lantas kenapa ini (yang lulus seleksi ternyata semestinya 
tidak "pantas" lulus) bisa terjadi?
> Menurut saya ini sangat besar kemungkinannya.


Kirim email ke