Korupsi di BC adalah korupsi sistemik, bila ingin memberantas korupsi
di sana maka perbaiki dulu sistem atau SOP-nya dan bersihkan
lingkungannya, tidak cukup hanya dengan assesment test bagi
pegawainya. Mengutip pendapat Yusril IM bahwa orang buruk ditempatkan
pada sistem yang baik maka lama-kelamaan dia akan tertempa dan menjadi
baik pula, begitu pula sebaliknya, orang baik ditempatkan pada sistem
yang buruk maka lama-kelamaan dia akan ikut arus dan menjadi buruk
juga. Kita yang bekerja di KPPN bila dipekerjakan di KPU BC belum
tentu akan tahan godaan (dengan iming-iming kemewahan yang
menggiurkan) dan menjadi pegawai yang bersih. Saya mengibaratkan bahwa
tempat kita bekerja seperti sungai yang akan kita seberangi, kita di
KPPN (apalagi di vera seperti penulis) layaknya sungai yang dangkal
(mungkin selutut saja) dengan arus yang tidak begitu besar, lebih
mudah bagi kita untuk menyeberang tanpa terbawa arus. Sebaliknya, di
BC atau Pajak adalah sungai yang dalam (lebih dalam dari tinggi badan
kita) dengan arus yang sangat deras, bila kita tidak pandai berenang
(tidak punya iman yang kuat dan integritas yang tinggi) maka kita
terbawa arus dan tidak akan sampai ke seberang (tujuan). 

Saya sangat sependapat dengan Ibu Menteri SMI yang mengatakan, "ini
kan sesuatu pertempuran nilai atau sikap dan itu harus kita tegakkan".
 Bukan hanya nilai di lingkungan kantor pemerintah yang berpendapat,
"Asal kita tidak meminta, kalau dikasih mah itu rejeki kita." Tetapi
juga nilai di masyarakat. Selama ini, nilai yang berkembang di
masyarakat adalah nilai materialisme dan hedonisme, masyarakat
menganggap bahwa yang bergelimang harta, yang punya rumah bertingkat
di kawasan elit, yang punya mobil mewah adalah yang strata atau kasta
sosialnya paling tinggi di antara mereka. Mengutip omongan kakak saya,
"Hidup ini sudah seperti balapan mencari kekayaan", yang kayalah yang
dianggap menang/berhasil, soal dari mana harta kekayaan itu sih urusan
belakangan. Apalagi ditambah sedikit kedermawanan dan dipoles dengan
kesalehan (STMJ : Solat Terus Maksiat/korupsi Jalan) maka jadilah dia
tambah mulia di lingkungannya. Bila dia tertangkap dengan tuduhan
korupsi maka di masyarakat berpendapat, "aghh! gak mungkin dia seperti
itu, itu hanya intrik politik dari orang yang tidak suka sama dia." 
Namun bila ada orang/pegawai mencoba atau berusaha untuk hidup jujur,
lurus dan bersih maka dia dianggap 'sok suci', 'munafik', atau mungkin
dibilang tidak bisa bersosialisasi. Piye iki?





Kirim email ke