Bicara mengenai maslah aturan formalnya, saya sependapat dengan Mas Zaenal Abinin (bagaimana kabarnya mas....) nasib prodip perbendaharaan 2006 yang di tempatkan di DJPBN memang agak memprihatinkan, begiu lulus masih di test lagi oleh DJPBN ( kita ngga pernah mengalaminya kan mas Zaenal), eh yang ngga lulus malah 'beruntung' ditempatkan di Setjen Depkeu di Jakarta. kemudian penempatanya di daerah-daerah terpencil seperti putusibau, Gunung Sitoli ( Orang Medan Aja yang satu propinsi nangis2 kalau di tempatkan di GST), trus sekarang masalah rapel lagi....... trus bagaimana seharusnya adik2 alumni prodip perbendaharaan 2006? saya juga bingung nih menjawabnya, saya membayangkan kalau seperti itu terjadi pada saya.......... Capeee deh. Maaf bila kurang berkenan. Alumni Gunung Sitoli yang katanya jadi 'penghianat' buat DJPB tapi saya tetap cinta sama republik ini Wasalam
In [email protected], zaenal abidin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Solsiny/ Intinya sederhana...... > > menurut hemat saya, sebagaimana pertama kali saya jelaskan pada Mas Eddy dkk prodip 2006....bahwa Sepanjang belum/tidak ada aturan lain yang mengatur pembayaran hak gaji pertama Calon PNS, maka peraturan- peraturan yang ada kiranya dapat dipedomani: > Yakni : PP 98 tahun 2000, PP 11 tahun 2002, Kep BKN 11 tahun 2002, Kep BKN 22 tahun 2005 dan terakhir Surat Dirjen PBN tgl 5 Juni 2008 No.S-4290/PB/2008 dan surat-surat BKN turunannya .... > > Untuk TKPKN agar mengikuti aturan Depkeu tentang remunerasi yakni KMK 289/KMK.01/2007 daan KMK 290/2007 dan aturan turunannya... >
