Kalau Pak JK nglempar LKPP ke Pak Mulia saya baru mendengar sekarang. Yang pernah saya dengar Pak Yusuf Anwar (Menkeu sebelum Bu Sri) yang melempar LKPP ke Pak Mulia.
Kalau memang benar pelemparan LKPP itu terjadi (Entah dari Pak JK atau Pak Yusuf Anwar), berarti beliau tidak memahami kondisi rill birokrasi kita, bagaimana SDM dan prosedur kerjanya (terutama di K/L) yang tentu sangat mempengaruhi kualitas LKPP yang disusun Menkeu selaku BUN. Disamping itu, Sistem Pelaporan Keuangan kita masih dalam tahap pembangunan dan perbaikan (baik kebijakan, perangkat keras dan perangkat lunaknya). Negeri kita belum memiliki Sistem Pelaporan Keuangan yang mapan. Reformasi keuangan negara pun baru dimulai tahun 2003 dan sampai sekarang masih berjalan. Masih butuh waktu beberapa tahun lagi (mungkin 10 th lebih) bagi republik ini untuk menghasilkan LKPP yang dapat diandalkan (reliable). Jadi tidak mungkin dengan Sim Salabim Abra Kedabra tercipta hasil/output yang ideal. Wassalam --- In [email protected], "jgledek" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear miliser.. > > Secara tidak sengaja, saya melihat running text di metro tv.. isinya > seperti gledek ditengah hari... ini dia : > > " Pak Jusuf Kala mengaku pernah melempar LKPP yang amburadul kepada > Dirjen Perbendaharaan saat itu, Pak Mulia Nasution.." > > Selanjutnya tidak ada penjelasan apakah beliau juga masih doyan > melempar LKPP kita pada tahun berikutnya... > > Selamat dan sukses untuk para peserta rakernas akuntansi dan > pelaporan keuangan semoga menghasilkan rumusan kebijakan di bidang > akuntansi dan pelaporan keuangan yang nantinya bermuara pada > penciptaan dan pembuatan LKPP yang jauh dari disclamer. Dengan kata > lain : Pak JK merasa berat untuk melempar LKPP, karena LKPP kita > jauh lebih padat dan akuntable.. amin. >
