Assalammualaikum Wr.wb.
Pembaca milis forum prima yang terhormat,
Perkenankan lah saya menyampaikan uraian tentang ajal yang menurut saya mudah2
memberi manfaat buat pembaca sekalian…
Hari ini, kemarin, minggu lalu atau bahkan detik ini kita mendengar kabar entah
kawan, kerabat atau teman sejawat, atau orang lain yang tidak kita kenal telah
meninggalkan kita untuk selama-lamanya… yaitu kematian…
Kematian pasti akan mendatangi setiap makluk, kehadirannya tak bisa ditolak,
siapapun ia, pak dirjen kah, Pak Kanwil kah KK kah atau kita2 ini, kematian
adalah perkara besar yang merupakan piala bergilir bagi setiap orang yang
berdiam disuatu tempat di alam ini, dengannya seorang hamba keluar dari dunia
menuju surga atau neraka. Kematian bila datang tak dapat ditangguhkan atau
dimajukan walau sedikpun. Tak ada seorangpun yang tahu kapan dan di mana ia
akan mati, maka kematian adalah hal yang paling dekat dengan kita, bukan rumah
kita, bukan istri kita, bukan anak kita, bukan yang lainnya yang lebih dekat.
Ada sekelompok manusia yang dilimpahkan rizki oleh Allah dan dikaruniai
kesesatan dan kekuatan jasmani, namun mereka lalai, tidak bersiap-siap untuk
menhadapi maut yang datang sekonyong-konyong, mereka tenggelam dalam
mengerjakan amal yang buruk ketika maut menjemput. Mereka itulah ahli maksiat
dan yang bergelimang dosa yang lalai dan berpaling yang tenggelam dalam
kecintaan terhadap dunia maka maut yang datang baginya adalah siksaan dan
penderitaan.
Wahai orang yang diseru untuk mendapatkan keselamatan namun tidak menjawab,
wahai orang yang telah ridha untuk rugi dan sengsara, sesungguhnya urusanmu
membahayakan, celakakah engkau Al-Haq pasti akan datang. Seluruh amalmu akan
diperhitungkan, baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi, saat itu
dirimu tak mempunyai daya sedikitpun. Semuanya menjadi nyata, tak ada keraguan
sama sekali. Pikirkanlah hari perpisahan yang pasti akan datang.
Apakah kita akan selalu berada dalam kelalaian, padahal orang disekitar kita
telah pergi, renungkanlah orang-orang yang telah meninggal, bagaimana mereka
menghadapi hari yang mengerikan itu, sadarlah dengan penuh kesadaran.
Berhati-hatilah dengan malaikat yang selalu mengawasi dan menemanimu. Suatu
saat akan datang kepadamu, kematian yang memisahkanmu dari semuanya, saat itu
tak akan ada lagi gunanya tangis dan penyesalan.
Apa yang telah kita persiapkan menghadapi peristiwa yang penuh duka, saat itu
kita datang dengan membawa dosa sebanyak gunung, datang menghadap Dzat yang
Maha Agung dan Maha Menghisab.
Apakah engkau merasa menjadi orang beriman atau yang mendustakan? Mereka yang
yang beramal akan dimintai pertanggungjawaban, seluruh ucapnya dicatat, tapi
apakah diri kita yakin akan tetap hidup dalam keadaan bebas dan selamat?
Mereka yang selalu beramal dengan penuh kemunafikan. Yang memperbagus amalnya
di hadapan manusia seperti tukang ukir. Kalau dirimu selalu ingin berbuat
maksiat, ingatlah akan datangnya saat diusungnya keranda, hari di mana engkau
akan dilemparkan di kubur, siapa yang akan melindungimu.?
Pelaku maksiat akan bangkit dari kuburnya dalam keadaan linglung, Manghadap
Rabbul’Alamin dengan tangan terbelenggu. Saat itulah orang-orang yang sombong
akan dihinakan. Semua pasrah, yang dulu buta akan melihat, yang semula tuli
akan mendengar yang suka menerima dan mengambil bukan haknya, yang suka
pengadaan yang mengada-ngada akan diperlihatkan, tidak ada yang bisa
mengindar…. Padahal dihadapanmu neraka yang menyala-nyala telah menanti.
Gentarnya hatimu membuat badanmu tak berdaya, airmata penyesalanpun mengucur
deras, apakah engkau tahu apa yang disediakan bagi mereka yang haus dan lapar?
Api yang menyala-nyala,
Dimanakan nyali orang-orang sombong dan takabur? Di mana orang-orang yang
selama ini suka berbuat dzalim? Apa yang disiapkan bagi kedatangan mereka? Api
yang menyala-nyala.
Andai saja kita bisa membayangkan sengatan panas api neraka dan mengukur
bahayanya, demi Allah, tak ada yang bisa menghindarkan darinya selain kesadaran
(untuk berbuat amal shalih sebelumnya).
Semoga Allah menganugerahkan kemuliaan pada kita. Membekali kita sehingga
selamat dari segala siksa, menjadikan kita sebagai orang yang melaksanakan
perintah dan menjauhi larang-Nya. Sungguh di sisi-Nya ada kenikmatan yang besar.
Kita enggan mengingat maut walau sesaat,
Padahal kita adalah calon mayat..... pa yang bisa kita perbuat?
Kita dihadapkan pada sesuatu yang tak bisa dihindari.
Wassalam.
Nurdin_takwa from Mamuju