On Wed, 06 Sep 2000, I Made Wiryana wrote:
>Justru itu saya sebutkan ISO itu lebih kepada "di awang-awang" artinya
>asumsi yang diambil, "kalau.. administrasi, atau prosedur X" ini
>dlaksanakan maka akan menghasilkan produk bagus. Oh iya itu mungkin untuk
>ISO seperti 9000. Untuk beberapa ISo mungkin berbeda (saya harus liat
>daftar ISO, untuk nomor detailnya.
>
Ya, memang itu untuk ISO 9000.
"Bagus" dalam arti "tingkat kualitas" yang dijanjikan dapat dipenuhi dan
dapat diproduksi secara kontinu.
Tingkat kualitas ini, seperti telah diketahui, memang berbeda-beda. Contoh
untuk produk elektronik, misalnya ada spec. militer, spec. industri dan
spec. konsumen umum. Tinggal perusahaan sendiri mau masuk di tingkat
kualitas yang mana, atau untuk customer yang mana.
>SNI (Standard National Indonesia) memang sudah ada tapi saya kurang paham,
>
He.he.. standarnya sendiri kok malah nggak paham...
>Kalau DIN agak berbeda, karena relatif bukan hanya seperti versi ISO (DIN
>ini termasuk toleransi ukuran produk juga, misal kertas A4 itu khan DIN).
Cakupan standar umum seperti DIN dan ISO relatif sama. Kecuali ada produk
yang spesifik Jerman,
misalnya.
Contohnya SNI mencakup standar Tahu dan Tempe (bener ada lho..). Hampir
pasti DIN dan ISO tidak ada.
>"kualitas" minimum yang harus dipenuhi). Kualitas sendiri memiliki
>definisi yang tidak sama untuk tiap "standard". Beberapa definisi bisa
>dilihat di sini (ada IEEE, ANSI, DIN)
>Jadi yang namanya "kualitas produk" itu sendiri masih sangat
>"questionable".
Questionable dalam arti apa?
Kualitas dalam konteks ini tentunya adalah kualitas dalam pengertian umum.
"Tampilannnya bagus, tidak rewel, konstruksinya kokoh, dll." Ya ungkapan
semacam itulah.
Tentunya tidak dikaitkan "price value". Jadi rumit lagi nanti
membandingkannya.
>ketat). Konsumen bisa menuntut produsen, kalau ternyata menyeleweng dari
>standard. "Kommitment" saja belum cukup untuk membuktikan kualitas ini.
>
Komitmen saja memang belum cukup. Harus direalisasikan tentunya. Lha kalau
komitmen saja tidak ada, apalagi kualitasnya....
YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) sudah mulai berperan aktif dalam
membela kepentingan konsumen. Justru partisipasi masyarakat untuk membela
kepentingannya sendiri masih rendah.
>> ++++ test case: berapa banyak anggota milis ini yang peduli standar saat
>> membeli komputer dan peripheralnya, atau produk lainnya? Ada yang mau
>> berpartisipasi? ++++
>Mungkin ini karena latar belakang kita 8-)
>
>Senang ada yang mau diskusi masalah ginian.he.he.h
He.he.. jenuh dengan diskusi IT? Lumayan.... selingan.
DSU
------------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED] - Mailing List MIKRODATA
Informasi : http:[EMAIL PROTECTED]
Arsip : http://www.mail-archive.com/forum%40mikrodata.co.id/
WAP : http://mikrodata.co.id/wap/index.wml
Milis ini menjadi kontribusi beberapa rubrik yang diasuh tim MIKRODATA.
Termasuk rubrik-rubrik yang ada di media lain.
Please check with the latest AVP version before you ask about virus:
ftp://mikrodata.co.id/avirus_&_security/AntiViral_Toolkit_Pro/avp30.zip