On Thu, 7 Sep 2000, Djoko Susilo wrote:

> untuk produk elektronik, misalnya ada spec. militer, spec. industri dan
> spec. konsumen umum. Tinggal perusahaan sendiri mau masuk di tingkat
> kualitas yang mana, atau untuk customer yang mana.

Sayangnya "enforcement" ini yang kurang di tempat kita.  Sudah punya SNI,
dsb tapi enforcement produk yang untuk publik kurang.

Di Jerman bulan ini lagi rame masalah UU ttg Monitor yang dipakai kerja
yang baru keluar (sebetulnya ttg User Interface segala).

http://www.bma.de/download/gesetze/Bildschirmarbeit.htm

Nah yang jadi pertanyaan gimana meng-"enforcement" aturan-aturan ini
kepada vendor software. (seperti SAP, MS dll).  Sampai saat ini belum
"solved".

> >SNI (Standard National Indonesia) memang sudah ada tapi saya kurang paham,
> >
> He.he.. standarnya sendiri kok malah nggak paham...

Terus terang akses dokumen SNI lebih sulit dari akses dokumen DIN atau ISO
8-)   Teman saya yang baru pulang (dia Doktor bidan QA di mesin) juga
mengalami hal yang sama.

> Cakupan standar umum seperti DIN dan ISO relatif sama. Kecuali ada produk
> yang spesifik Jerman,
> misalnya.
> Contohnya SNI mencakup standar Tahu dan Tempe (bener ada lho..). Hampir
> pasti DIN dan ISO tidak ada.

Mungkin kalau ada persh Jerman yang bikin tempe ntar keluar DIN buat
tempe..he.he

> Questionable dalam arti apa?
> Kualitas dalam konteks ini tentunya adalah kualitas dalam pengertian umum.
> "Tampilannnya bagus, tidak rewel, konstruksinya kokoh, dll." Ya ungkapan
> semacam itulah.
> Tentunya tidak dikaitkan "price value". Jadi rumit lagi nanti
> membandingkannya.

Begini.. secara "filosofi" (sebetulnya riset saya lebih ke arah filosofi
daripada daftar list ISO, dan DIN).  arti kualitas itu sendiri masih
dipertanyakan (masih didebatkan).  

Seperti di URL kemarin yang saya berikan antar DIN, IEEE, ANSI memberikan
definsi kualitas yang berbeda.  Bahkan ISO pun memberikan yang berbeda
pula. Kebetulan saya hobby mengumpulan definisi 8-) (maklum profesor saya
orang filosofi, jadi soal definisi harus ati-ati banget).

Saya cuplikkan :

the ISO 8402 definition of quality as being "the totality of
characteristics of an entity that bear on its ability to satisfy
stated and implied needs" 

the ISO 9126 defines quality as the "extent to which the quality
requirement is met", and defines a software quality characteristic as "a
set of attributes that bear on (the effort needed for use)".

Sedangkan IEEE memiliki definisi yang lain lagi. Apalagi kalau kita
kaitkan dengan masalah "mengukur".  Sebagian besar pengukuran kualitas
masih menerapkan pengukuran yang bersifat "metafisis" (bukan paranormal
ini istilah orang matematika).  Jadi tak memenuhi syarat pengukuran
(pengukuran != dengan membandingkan satuan dengan besaran lho, dalam kasus
kualitas, ada definisi lebih ketat lagi.

> YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) sudah mulai berperan aktif dalam
> membela kepentingan konsumen. Justru partisipasi masyarakat untuk membela
> kepentingannya sendiri masih rendah.

Sayangnya bidang TI belum dijamah oleh YLKI 8-).

> >Senang ada yang mau diskusi masalah ginian.he.he.h
> 
> He.he.. jenuh dengan diskusi IT? Lumayan.... selingan.
> 

Lho ini masalah TI juga khan... Usability, Quality.. lha saya risetnya
memang bidang ini.. (theoretis tapi)

IMW


------------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED] - Mailing List MIKRODATA

Informasi : http:[EMAIL PROTECTED]
Arsip     : http://www.mail-archive.com/forum%40mikrodata.co.id/
WAP       : http://mikrodata.co.id/wap/index.wml

Milis ini menjadi kontribusi beberapa rubrik yang diasuh tim MIKRODATA.
Termasuk rubrik-rubrik yang ada di media lain.

Please check with the latest AVP version before you ask about virus:
ftp://mikrodata.co.id/avirus_&_security/AntiViral_Toolkit_Pro/avp30.zip

Kirim email ke