Ada beberapa alasan yg sering dikemukakan oleh kalangan yg pro dan mau
menerima lembur fiktif. Salah satunya ada yg mengatakan kita terima
saja uangnya terus cobalah kita datang ke kantor malam hari atau pas
libur untuk mengerjakan apa saja, atau kalau nggak kerjaan sama sekali
ya browsing lah biar jadi alasan supaya lembur kita jadi halal dikit.
Atau mungkin saja ada yg mengatakan khan kita bisa download peraturan
yg diperintahkan KK.

Berbagai alasan tersebut gampang saja dipatahkan karena argumennya
lemah sekali. Dikatakann lembur itu tentu saja berkaitan dengan
tupoksi. Bukan lembur namanya kalau diluar tupoksi. Apalagi Kalau cuma
download berapa lama sih. Paling setengah jam jg kelar trus apa tiap
hari ada peraturan baru yg mesti di download. Lebih2 yg cuma sekedar
browsing. Bukannya lembur tapi ikut andil dalam pemborosan. Satu
Argumen sudah terpatahkan.

Kemudian suatu pekerjaan itu perlu dilembur manakala sdh mendesak
sekali penyelesaiannya yg dalam waktu kerja normal tdk mungkin dapat
diselesaikan. Ya kalau cuma cari2 kerjaan bukan lembur namanya. Lha
wong waktu normal saja banyak nganggurnya.
Kalau kita mencermati Surat Perintah Kerja Lembur apa saja yg mesti
dikerjakan sdh jelas. Tentu saja berkaitan dg tupoksi. Nggak pernah
ada SPK Lembur diluar Tupoksi, misalnya kerja bakti bersih2 kantor dll.

Kalau ada KK Kantor berani tandatangan SPK Lembur padahal itu fiktif,
berarti dia sangat berani. Karena selain bertentangan dengan peraturan
adminstartif kepegawaian ia juga berarti menantang Tuhan. Dia sudah
menganggap Tuhan Buta.

Sebuah ilustarsi kecil coba saya gambarkan. Ada seorang KPA di
memerintahkan kepada rekanan untuk melakukan suatu perkerjaan dg
spesifikasi tertentu. Diakhir masa serahterima pekerjaan ternyata si
rekanan menyerahkan pekerjaan yg tidak sesuai dalam SPK. Kira2 si KPA
mau bayar nggak? Pasti komplain dia. Begitu juga dg lembur yg dibuat2.
Jelas2 dia menyalahi SPK Lembur.

Demikian saja, mudah2 an bisa membuka mata hati para pengambil Kebijakan.


Sebenarnya kalau kita mau JUJUR kita tidak berhak 100% atas lembur
yang kita terima setiap bulan.Sebenarnya kita semua sudah tahu, cuma
tidak berani menolak karena takut pada atasan,dan pun ketika berani
menolakĀ  eh...atasannya seperti itu, atau malah protes kok lemburnya
cuma segini padahal lembur aja g pernah (nah inilah mental yang harus
dibenahi).

Kirim email ke