rasanya soal lembur ini g ada habis2nya. kalau dibilang kalau mau 'jujur' kita 
tidak berhak nerima lembur 100% (seolah2 yg nerima lembur itu orang yg tdk 
'jujur') juga tergantung kantor dan seksinya. Terus terang untuk seksi 
perbendaharaan mau tidak mau hrs lembur misalnya untuk menyelesaikan gaji atau 
mengkartu tni/polri.

Memang tidak pantas kita lembur jika hanya sekedar untuk mengunduh peraturan yg 
ujungnya nanti cuma browsing tapi kalau dikatakan sesekali browsing disela 
perkerjaan lembur dijadikan alasan ketidakpantasan untuk lembur rasanya terlalu 
berlebihan. Bagaimana dengan sesekali buka email atau browsing di jam kantor 
(browsing apapun yg tidak sesuai tupoksi termasuk mungkin kajian (kajian tidak 
termasuk tupoksi kantor)? apakah jadi alasan kita tidak pantas menerima gaji?

Bukan bermaksud meremehkan hal2 kecil, tapi kalau mengurus hal2 kecil 
menyebabkan hal2 besar terbengkalai rasanya juga tidak tepat. Gara gara 
meributkan lembur menyebabkan suasana kantor tidak kondusif ujung2nya 
'teamwork' terpecah. Bukankah menolak keburukan dengan keburukan yang lebih 
buruk juga merupakan keburukan?.

Mungkin lebih bijak kalau perbaikan secara bertahap, mulai dari diri sendiri, 
bisa sedikit sedikit dikurangi jatah lemburnya. kan tinggal hubungi pembuat 
daftar lembur (kalau memang tidak lembur) daripada ujug2 nolak uang lembur 
padahal sudah dimintakan uangnya (kasihan bendahara nanti) atau kalau tetap 
tidak mau nerima, kan uangnya bisa disetorkan lagi ke kas negara, entah melalui 
ssp pribadi, ssbp kantor atau bahkan mungkin titip ke bendahara satker buat 
disetorkan. Uang tetap kembali ke kas negara (biarpun mungkin posnya tidak 
tepat), kantor tetap kondusif, win-win solution.

Untuk menentukan jumlah lembur mungkin lebih baik absensi lembur diserahkan ke 
kepala seksi yg lebih tau pekerjaan anak buahnya sambil menunggu mesin absensi 
dijalankan. Yang datang malam2 cuma buat browsing, chatting, dll..dll.. ya... 
jangan absen. Kalau masih juga absen....yah.... kita kan tidak hanya 
bertanggung jawab kepada negara...

Mudah mudahan bermanfaat, mohon maaf kalau ada yg tidak berkenan. 

"For The Better DJPBN"
 
       

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke