--- In [email protected], wawa wanisar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: DPR? oh, kumpulan manusia yang nggak selalu bisa memperjuangkan rakyat itu? yang ada al aminnya itu (bener nggak sih?), yang ada yusuf emirnya itu? mereka ngomong tentang lembur fiktif kita? ealah... LOOK WHO'S TALKING!!! 100 ribuan dipermasalahin tapi kalo puluhan juta nggak apa2.....
kenapa nggak mengubah sesuatu yang salah dengan perbuatan (CONTOH NYATA) tanpa tulisan atau perkataan (berkoar)? Banyak yang nerima uang lembur "fiktif" itu tapi juga amat bersedia lembur beneran bila memang ada kerjaan yang harus diselesaikan segera, tanpa keberatan, tanpa ngomel. yaaaa... meski ada juga sih yang mau nerima uang lembur "fiktif" tapi disuruh lembur bener selalu diiringi omelan dan sedikit jengkel. namanya orang macem2, jgn terlalu berharap banyak untuk mengubahnya. bagaimana dengan mengubah tanpa perlu menjadi ekstrem? mengubah tanpa perlu sok suci? kan enak sekali kalau ada perubahan yang hawanya dingin, tidak panas dan menantang. saya teringat seorang teman seangkatan yang berjilbab lebar dan berjubah, dia selalu tersenyum teduh, dia setahu saya tidak pernah mengeluarkan celaan bila ada rekan yang belum seirama dengan dia. alhasil, yang berpembawaan bebas seperti saya selalu malu hati bila menghadapi dia. sehingga ingin berubah menjadi orang yang lebih baik. bagaimana bila kita menghadapi lembur fiktif dan uang2 nggak jelas lain dengan seperti itu? mohon maaf bila terlalu menyodok, ini isi hati..mohon maaf juga kalo ada tulisan salah, mungkin belum sepinter yang lain...cuma gerah aja dengan segala cap... Yuli

