sebuah tulisan yang bagus .. 
tetap keep in touch ya Mas Musukhal. 

--- On Thu, 11/27/08, musukhal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: musukhal <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [Forum Prima] komitmen
> To: [email protected]
> Date: Thursday, November 27, 2008, 8:50 PM
> Assalamu 'alaikum
> 
> Sekedar ingin menyapa milisers yang saya cintai, saya ingin
> ungkapkan
> gejolak hati (kayak kasmaran aja!) yang selama ini
> terpendam.
> 
> Suatu kali saya beradu argumen dengan salah seorang teman
> yang juga
> panutan saya tentang istilah "komitmen" yang
> sering didengungkan oleh
> para penggerak reformasi di organisasi kita. Saya
> mempertanyakan apa
> esensi "komitmen" bagi kemajuan Ditjen
> Perbendaharaan dalam era
> reformasi seperti sekarang. Argumen saya terpatahkan ketika
> beberapa
> hari setelah kejadian itu, muncul sebuah artikel di Kompas
> tentang
> pentingnya "komitmen terhadap organisasi",
> kongruen dengan konsepsi
> para penggerak perubahan di organisasi kita.
> 
> Sebagai seseorang yang memiliki karakter gak mau kalah
> (kalo di
> assessment,penilaiannya positif atau negatif,ya?), saya
> berargumen
> bawha dalam tradisi bermaysrakat dan berorganisasi, kita
> mengenal tiga
> tipe "komitmen": "komitmen terhadap
> individu","komitmen terhadap
> institusi (organisasi)", dan "komitmen terhadap
> nilai (kebaikan)"
> 
> "komitmen terhadap individu" didasari oleh
> hubungan leaderships dan
> followerships. orang yang di-komitmen-i memiliki daya
> magnet yang
> mampu mendapatkan jawaban "ya" kala ia
> menginginkan "ya", dan jawaban
> "tidak" kala ia menginginkan "tidak"
> dari orang yang memberikan
> komitmen. Konsepsi ini dapat dilihat pada fenomena
> sekelompok orang
> yang membela dan membeo habis-habisan atas pernyataan dan
> haluan
> pemimpinnya,walaupun mayoritas orang yang lain menggap
> pemimpin mereka
> kontroversial. komitmen jenis ini cenderung berkarakter
> sempit dan
> kurang mendapat tempat dalam praktek
> keorganisasian,walaupun dalam
> praktek kemasyarakatan,orang-orang dengan komitmen jenis
> ini bisa jadi
> kelompok mayoritas dalam masyarakat kita.
> 
> "komitmen terhadap institusi (organisasi)"
> didasari oleh hubungan
> historis antara orang yang berkomitmen dengan organisasi
> yang
> di-komitmen-i. Fenomena polarisasi keberagamaan sebagian
> masyarakat
> Indonesia berdasarkan organisasi massa yang besar dan
> mengakar
> sehingga menjadikan organisasi tersebut sebagai label dari
> keberagamaan mereka. Suatu kali salah seorang teman saya
> mendapat
> tawaran untuk mengisi suatu jabatan, namun dengan
> kerendahan hati dia
> mengatakan "saya akan tetap di organisasi yang telah
> membesarkan saya". 
> 
> "komitmen terhadap nilai (kebenaran)" didasari
> oleh pemahaman orang
> yang berkomitmen tentang suatu nilai yang diyakini
> kebenarannya.
> Komitmennya hanya diberikan kepada nilai-nilai tersebut,
> siapapun dan
> institusi apapun yang mengusungnya. Suatu kali Khalifah
> Umar ra
> memberikan khutbah, sesaat setelah segenap kaum muslimin
> membai'atnya
> sebagai pemimpin. Di bagian akhir khutbahnya ia mengajak
> segenap kaum
> muslimin untuk mengingatkan dan meluruskannya apabila ia
> melakukan
> kesalahan,dan salah seorang dari yang hadir berteriak
> "sekiranya
> engkau tidak lurus dalam memimpin kaum ini, maka akan aku
> luruskan
> dengan pedangku ini" seraya mengacungkan pedangnya.
> 
> Saya secara pribadi melihat bahwa kebutuhan organisasi
> terhadap
> orang-orang yang memiliki komitmen tinggi terhadap
> oganisasi adalah
> sebuah keniscayaan mengingat tugas reformasi kita belum
> selesai dan
> kita tidak ingin direcoki dengan orang-orang yang mencari
> "comfort
> zone" belaka. Namun, pada satu momen ketika kita harus
> memilih antara
> "komitmen terhadap organisasi" atau
> "komitmen terhadap nilai-nilai
> reformasi", mana yang harus kita menangkan? Ini yang
> terjadi ketika
> kita harus memberi penilaian terhadap orang-orang yang
> mengatakan
> "Saya memang pernah mengajukan pindah ke unit eselon
> satu lain, tapi
> setelah saya melihat bahwa reformasi birokrasi banyak
> membawa
> perubahan nilai-nilai yang positif yang tidak terbayangkan
> sebelumnya
> saya memilih untuk tetap bersama Ditjen
> Perbendaharaan".
> 
> Jadi, memang ada orang-orang yang berkomitmen terhadap
> organisasi
> karena dilandasi komitmennya terhadap nilai-nilai. Mereka
> siap
> meluruskan bila reformasi berjalan tidak lurus dengan
> mengangkat
> "suara" dan/atau "pena". Mereka cinta
> kepada Ditjen Perbendaharaan,
> tapi lebih cinta kepada kebenaran.
> 
> Wallohu a'lam
> 
> 
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
> Hentikan sekarang juga.Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 

      

Kirim email ke