Mb Marlina Rus Ananti.. tulisannya bagus sekali.. tidak sangka bisa mengkaitkan nya dengan sejarah. saya sangat berterimakasih atas perhatian nya.. juga untuk puisi anak nya.. Pada kesempatan ini pula saya ingin mengucapkan SELAMAT kepada PAK BUDISAN.. yang ternyata hari ulang tahun nya hanya terpaut satu hari dengan saya.. SELAMAT ULANG TAHUN PAK BUDISAN.. SEMOGA PANJANG UMUR, SELALU SEHAT WALAFIAT, dan SELALU DALAM LINDUNGAN NYA.. AMIEN.
Salam hormat untuk keluarga ya Mb Marlina Rus Ananti. wassalam --- On Mon, 12/1/08, Marlina Rus Ananti <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > From: Marlina Rus Ananti <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [Forum Prima] Sejarah dan Pak Hari > To: [email protected] > Date: Monday, December 1, 2008, 9:24 AM > Dear miliser yang budiman, > > Sudah lama sekali saya kangen untuk posting di milis ini. > Mudah-mudahan postingan pendek berikut ini, yang > mengingatkan kita supaya “mundur beberapa langkah ke > belakang untuk berancang-ancang melakukan sebuah lompatan > besar (reform) ke depan”, dapat memberikan inspirasi dan > motivasi terutama kepada generasi muda calon pemimpin DJPBN > untuk melakukan dan menciptakan “sesuatu” (terobosan) > yang jauh lebih baik dari yang selama ini dilakukan dan > diciptakan oleh para pemimpin DJPBN sebelumnya. Apakah > slogan Amerika “Yes, we can” merupakan jawaban generasi > muda calon pemimpin kita? > > Mengingat. Ya, mengingat adalah mencoba melihat sesuatu di > masa lalu. Mengingat itu penting. Lihat saja monumen, > prasasti dan museum yang dibangun agar kita mengingat dan > menghargai sesuatu di masa lalu. Orang bijak bilang untuk > membuat suatu lompatan besar ke depan seringkali kita harus > belajar dari sejarah, yakni penggalan-penggalan pengalaman > masa lalu yang sengaja diabadikan agar kita dapat belajar > dan mengambil hikmah darinya. Orang yang tidak pernah > belajar dan peduli pada Sejarah, ia tidak akan dapat > mengetahui Kekuatan dan Kelemahan para tokoh dan pemimpin > bangsa di masa lalu. Dengan demikian ia juga akan > kehilangan momentum untuk memetik hikmah Sejarah yang > semestinya dapat dimanfaatkan untuk mengukir Sejarah di masa > mendatang. > > Sekarang coba kita hitung dalam kalender, berapa kali dalam > setahun kita memperingati (diminta untuk mengingat) kejadian > dan peristiwa besar bersejarah. Kita bisa memilih untuk > tertarik memperingati Hari Kemerdekaan, Hari Pahlawan, Hari > Kartini, atau Hari Maulud (Kelahiran) Nabi. Semua Hari > besar tersebut memang “menjual” nilai-nilai kepemimpinan > dan keteladanan yang semestinya kita warisi. Tetapi, tentu > merupakan hak kita untuk memilih mana di antara Hari-Hari > besar tersebut yang akan kita peringati, renungkan dan ambil > hikmahnya sesuai dengan kebutuhan kita. Seperti halnya > Sejarah yang memilih kejadian-kejadian (yang dianggap) Besar > di masa lalu sesuai kebutuhan dan kepentingan (politik) > Sejarawan, kita pun tentu berhak untuk memilih sejarah mana > yang kita yakini kebenarannya dan dapat memenuhi kebutuhan > dan kepentingan Bangsa Indonesia. Pertanyaan saya, mampukah > kita belajar dari Sejarah Bangsa-Bangsa di masa lalu untuk > mengukir Sejarah Emas > Bangsa Indonesia di masa mendatang? “Yes, we can”, > apakah mantra-perubahan Amerika itu juga merupakan jawaban > kita? > > Hari ini saya tidak ingin mengingat peristiwa-peristiwa > Besar bersejarah. Saya hanya ingin mengingat sebuah > peristiwa biasa yang terjadi pada tanggal 29 November, atau > tepatnya 56 tahun yang lalu, ketika seorang anak manusia > lahir dan diberi nama “Hari Utama Ribowo”. Selain ingin > mengingatnya, saya juga ingin menyampaikan pesan. > “Selamat ulang tahun ke-56 Pak Hari. Semoga sampai akhir > perjalanan karir dan perjalanan hidup Bapak nanti, Bapak > senantiasa sehat, sukses, bahagia, dan mendapatkan > ketenangan hidup lahir dan batin. Amin.” > > Kepada Misua saya tercinta, mas Budisan yang berulang tahun > sehari setelah Pak Hari, saya juga ingin mengucapkan selamat > dan menyampaikan pesan yang sama. Mudah-mudahan ucapan > selamat dan pesan saya kepada Misua tersebut bukan pertanda > sifat narsis saya yang berlebihan. Semoga. > > > Salam Perubahan > > Bicara tentang Ultah, puisi anak saya berikut ini mungkin > layak untuk disimak: > > HARI INI EMPAT BELAS TAHUN YANG LALU > > Hari yang aku nanti > kini telah hadir bersamaku di sini > Kedua tangannya memegang kedua tanganku > Kedua matanya menatap kedua mataku > Ia tersenyum > lalu ia menyatu ke dalam tubuhku > sambil berbisik “Happy Birthday Dyah Ayu” > > Tiba-tiba aku merasa semua mata tertuju padaku > mereka menyapa dan menagih janjiku > “Hai, pakabar Dyah Ayu? Aku rindu pada janjimu” > > Seketika aku terjaga dari mimpiku > Mimpi untuk meraih cita-citaku > Mimpi untuk memelihara ibadahku > Mimpi untuk memupuk cintaku > Dan mimpi-mimpi lain yang terpendam dalam lubuk hatiku > > Mimpi-mimpi itulah yang selama ini selalu mengganggu > tidurku > Entah berapa kali aku mencoba membunuh mereka yang mencoba > membunuh mimpiku > dengan belajarku, dengan sholatku, dengan ketekunanku > Tetapi sekian kali pula mereka menertawaiku > “Percuma saja, Dyah Ayu” > > Hari ini sekali lagi aku berjanji pada diriku > Aku bertekad untuk membuat dan meniti Jalan Baru > “Now you must be the Winner, unless you’ll be the Loser > forever” > > Hari ini empat belas tahun yang lalu > Orang bilang aku keluar dari rahim Mamaku > Aku menangis > dan orang-orang di sekitarku gempar menyambut > kehadiranku > Orang bilang aku lahir > ketika Mama baru saja melangkah ke luar rumah > > Hari ini aku ingin sekali menraktir kamu-kamu > Mau nonton atau makan-makan, itu up to you > Ijinkanlah pada hari ultahku ini > aku membagi sepotong kue kebahagiaanku padamu > > > --------------- < > > Bandung, 30 April 2008 > > Dyah Ayu Kusumawardhani > > > > Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs > web pribadi! Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat > melalui Pingbox. Coba! > http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/ > > ------------------------------------ > > Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun. > Hentikan sekarang juga.Yahoo! Groups Links > > >

