Dear miliser,
Beberapa pegawai gol.III terlibat dalam suatu perdebatan yang emosional.
Muka merah menahan amarah. Padahal masalahnya cuma sepele. Hanya uang
sebesar 4.500 perak...

Rasa penasaran saya coba bertanya mengapa uang secuil itu bisa bikin
mereka senewen. Usut punya usut, ternyata permasalahannya karena ada
salah satu diantara mereka harus mengembalikan uang makan 2 hari
sebesar 30.000 perak. Padahal sesuai peraturan, karena dia harus
membayar pajak, maka yang diterimanya hanya sebesar 25.500, kenapa
sekarang harus mengembalikan 30.000? "Saya sudah ikhlas ketika harus
membayar pajak atas uang makan yang saya terima. Tapi saya tidak mau
membayar pajak ataupun bukan pajak untuk sesuatu yang bukan kewajiban
saya, meskipun itu hanya 4.500 perak!!" demikian argumennya. Apakah
saya harus merestitusi pajak yang terlanjur dipotong itu? 
Pajak oh pajak kenapa kamu membuat saya menyesal membayar pajak......

Salam hangat dari Kendari
HaBeWe

Cerita ini hanyalah fiktif belaka, kesamaan nama, karakter, instansi
hanya faktor kebetulan semata. 
  




Kirim email ke