Memang betul, sebagian orang rajin beribadah (sholat, puasa, haji dan ibadah 
ritual lain), namun sering melupakan esensi dari ibadah tersebut. Apa yang 
disampaikan Pak Muhamad Yusuf acapkali kita lihat dan alami dalam keseharian 
kita baik di lingkungan masyarakat kita tinggal maupun masyarakat kantor, yaitu 
ibadah ritual tidak terbawa dmana dan kapanpun kita berada,yang seharusnya 
ibadah yang kita lakukan  membumi sehingga betul betul agama sebagai way of 
life.

Apa yang disampaikan Pak Muhamad Yusuf, salah satu pointnya hampir sama dengan 
apa yang disampaikan oleh Ibu Menteri Keuangan pada pembukaan peringatan Maulid 
Nabi Muhammad Saw yang diselenggarakan oleh Departemen Keuangan dan bertempat 
di 
Aula Gedung Juanda tanggal 11 Maret 2009 yang bertema Meneladani Kepemimpinan 
Rosululloh SAW, bahwa kita sebagai PNS Departemen Keuangan sudah terikat 
kontrak dengan masyarakat untuk mengabdi dan bekerja dengan sepenuh hati dan 
jiwa kita serta ikhlas untuk masyarakat, ibadah yang kita lakukan baik sholat, 
zakat, haji dsb. harusnya tercermin dalam mind set kita, tingkah laku kita, dan 
bathin kita. Kira2 sebagian yang saya tangkap seperti itu. 

Nah kaitan kontrak itu, harusnya kita bukan hanya bekerja untuk mendapatkan 
gaji saja, tetapi lebih dalam dari itu (susah diungkapkan dengan kata2). Kita 
mestinya datang ke kantor tepat waktu bukan hanya karena takut dipotong tapi 
datang ke kantor tepat waktu memang merupakan implementasi atas kontrak dengan 
rakyat dan negara.

Tulisan semacam ini seolah-olah kita berada di awang-awang, namun sesekali 
perlu juga sebagai bahan introspeksi diri dan renungan. Saya juga bukan 
termasuk tipe orang yang baik dalam arti ideal, namun kalau melihat orang 
ibadahnya rajin, tutur katanya sopan, penampilan rapi, datang dan pulang tepat 
waktu, pekerja keras dan tidak suka membuang-buang waktu untuk hal-hal yang 
mubazir, waktu kerja digunakan untuk hal-hal yang baik. Terpatri dalam pikiran 
saya, saya ingin mencontohnya, dan tipe seperti itulah yang ingin saya 
praktekan juga.

Kadang sebagian orang terlalu bertoleransi bahwa kita sebagai manusia memang 
tempatnya salah dan khilaf atau  itu kan sifatnya para nabi. Kata-kata semacam 
itu mestinya jangan terlalu ditonjolkan, bila kita mau tentu kita bisa walaupun 
tidak sebagus dan seindah para nabi. Tapi seringkali mudah diuraikan dan 
diucapkan tapi memang sulit untuk dilaksanakan,  maka dengan cara menulis yang 
baik-baik mudah2an magnet kebaikan akan membawa tingkah laku dan tutur kata 
saya ke arah yang lebih baik. 

Mudah-mudahan bermanfaat, dan tulisan ini sebagai pengingat khususnya bagi diri 
saya pribadi dan syukur2 bermanfaat bagi kita semua. Dan dalam rangka 
memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, perlu direnungi kembali bahwa ayat 
AlQur'an yang artinya menyatakan bahwa sesungguhnya pada diri Rosul SAW 
terdapat suri tauladan yang baik yang perlu kita ikuti. Suri Tauladan tersebut 
bukan berarti dalam arti fisik yang kelihatan saja tetapi yang lebih penting 
adalah tabiat dan tingkah laku serta tutur kata dengan sesama, termasuk selalu 
tersenyum bila ketemu teman juga merupakan ibadah, sehingga agama Islam 
benar-benar sebagai Rahmatan Lil Alamin.

--- In [email protected], "Muhamad Yusuf" <hasana...@...> wrote:
>
>
> Kita-kita ini pada umumnya orang yang taat beragama, sholat, haji, kebaktian  
> minggu dan ibadah  lain sesuai dengan keyakinan agama masing-masing . 
> Kethaatan dan kesholehan  yang demikian seharusnya membumi  dalam arti 
> mewarnai kehidupan kita termasuk dalam kegiatan  kita sebagai PNS.
> 
> Kita sering lupa bahwa antara kita dengan negara ada kontrak jual beli.Dalam 
> prinsip jual beli khususnya dalam  Islam dan mungkin juga  agama yang lain, 
> kita berdosa kalau mengurangi takaran/timbangan yang kita serahkan sesuai 
> akad jual beli untuk harga yang kita sepakati. Apa bedanya dengan kita yang 
> secara sengaja tidak memenuhi kewajiban dengan sungguh-sungguh tiap hari 
> kerja untuk harga yang kita terima tiap bulan. Ini sekedar renungan,  
> teman-teman bisa  setuju atau tidak. Hanya satu niat untuk "Indonesia yang 
> lebih baik "  .
> 
> wassalam
>


Kirim email ke