aslm, sampai hari ini, masih ada pegw yang berpendapat absen itu tidak perlu yg 
penting pekerjaaan beres. kl begitu buka aja kantor dirumah. pegw golongan ini 
kelihatann
ya menggunakan pend
ektn outcomes dan n result. Golongan lain yg penting absen penuh, tidak 
melakukan kerja apapun (krn kebetulan di bagiannya tidak ada kerjaan), golongan 
ini bisa disebut gol "705" artinya jm 7 absen, ditengahnya kosong 
alias pergi meninggalkan kantor, balik lge jm 5 buat absen. kelompok ini punya 
potensi demotivated bg lingkungannya kl di biarin. kelompok 3, pegw yg 
absen/datang tepat waktu, tetap dikantor dan bekerja dan pulang sbgmn aturan yg 
telah di tetapkan. Peg kelompok ini sangat menyadari hak dan tgjawabnya. 
kelompok ini tentu hrs tetap dipertahankan, semakin besar jumlahnya suatu 
organisasi. Apapun bentuk alat absen yg dipake tidak terlalu penting, yg lebih 
penting adlh  kesadaran,dan  komitmen thd organss,pembinaan terus mnrs dan 
pengawasan oleh atasannya. komitmen termasuk janji kpd publik u membrkn 
pelayanan terbaik. tksh. Waslm. Subasita

salman harits wrote: 
>             Membaca tulisan ini, saya membayangkan sedang mendengar suaranya 
> langsung 
> Seperti umumnya suara warga panginyongan, ngebass...berat dan mantab 
> Pokoknya uenak... 
> Sering2 nulislah, kalau sudah banyak kapan2 dibukukan 
> Ok good luck 
> ____________ _________ _________ __ 
> From: a_soderi < a_sod...@yahoo. com > 
> To: forumpr...@yahoogro ups.com 
> Sent: Thursday, March 12, 2009 9:09:17 AM 
> Subject: [Forum Prima] Re: Met Pagi Mesin Absensi Handkey! 
> Memang betul, sebagian orang rajin beribadah (sholat, puasa, haji dan ibadah 
> ritual lain), namun sering melupakan esensi dari ibadah tersebut. Apa yang 
> disampaikan Pak Muhamad Yusuf acapkali kita lihat dan alami dalam keseharian 
> kita baik di lingkungan masyarakat kita tinggal maupun masyarakat kantor, 
> yaitu ibadah ritual tidak terbawa dmana dan kapanpun kita berada,yang 
> seharusnya ibadah yang kita lakukan membumi sehingga betul betul agama 
> sebagai way of life. 
> Apa yang disampaikan Pak Muhamad Yusuf, salah satu pointnya hampir sama 
> dengan apa yang disampaikan oleh Ibu Menteri Keuangan pada pembukaan 
> peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang diselenggarakan oleh Departemen 
> Keuangan dan bertempat di 
> Aula Gedung Juanda tanggal 11 Maret 2009 yang bertema Meneladani Kepemimpinan 
> Rosululloh SAW, bahwa kita sebagai PNS Departemen Keuangan sudah terikat 
> kontrak dengan masyarakat untuk mengabdi dan bekerja dengan sepenuh hati dan 
> jiwa kita serta ikhlas untuk masyarakat, ibadah yang kita lakukan baik 
> sholat, zakat, haji dsb. harusnya tercermin dalam mind set kita, tingkah laku 
> kita, dan bathin kita. Kira2 sebagian yang saya tangkap seperti itu. 
> Nah kaitan kontrak itu, harusnya kita bukan hanya bekerja untuk mendapatkan 
> gaji saja, tetapi lebih dalam dari itu (susah diungkapkan dengan kata2). Kita 
> mestinya datang ke kantor tepat waktu bukan hanya karena takut dipotong tapi 
> datang ke kantor tepat waktu memang merupakan implementasi atas kontrak 
> dengan rakyat dan negara. 
> Tulisan semacam ini seolah-olah kita berada di awang-awang, namun sesekali 
> perlu juga sebagai bahan introspeksi diri dan renungan. Saya juga bukan 
> termasuk tipe orang yang baik dalam arti ideal, namun kalau melihat orang 
> ibadahnya rajin, tutur katanya sopan, penampilan rapi, datang dan pulang 
> tepat waktu, pekerja keras dan tidak suka membuang-buang waktu untuk hal-hal 
> yang mubazir, waktu kerja digunakan untuk hal-hal yang baik. Terpatri dalam 
> pikiran saya, saya ingin mencontohnya, dan tipe seperti itulah yang ingin 
> saya praktekan juga. 
> Kadang sebagian orang terlalu bertoleransi bahwa kita sebagai manusia memang 
> tempatnya salah dan khilaf atau itu kan sifatnya para nabi. Kata-kata semacam 
> itu mestinya jangan terlalu ditonjolkan, bila kita mau tentu kita bisa 
> walaupun tidak sebagus dan seindah para nabi. Tapi seringkali mudah diuraikan 
> dan diucapkan tapi memang sulit untuk dilaksanakan, maka dengan cara menulis 
> yang baik-baik mudah2an magnet kebaikan akan membawa tingkah laku dan tutur 
> kata saya ke arah yang lebih baik. 
> Mudah-mudahan bermanfaat, dan tulisan ini sebagai pengingat khususnya bagi 
> diri saya pribadi dan syukur2 bermanfaat bagi kita semua. Dan dalam rangka 
> memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, perlu direnungi kembali bahwa 
> ayat AlQur'an yang artinya menyatakan bahwa sesungguhnya pada diri Rosul SAW 
> terdapat suri tauladan yang baik yang perlu kita ikuti. Suri Tauladan 
> tersebut bukan berarti dalam arti fisik yang kelihatan saja tetapi yang lebih 
> penting adalah tabiat dan tingkah laku serta tutur kata dengan sesama, 
> termasuk selalu tersenyum bila ketemu teman juga merupakan ibadah, sehingga 
> agama Islam benar-benar sebagai Rahmatan Lil Alamin. 
> --- In forumpr...@yahoogro ups.com, "Muhamad Yusuf" <hasana...@. ..> wrote: 
>> 
>> 
>> Kita-kita ini pada umumnya orang yang taat beragama, sholat, haji, kebaktian 
>> minggu dan ibadah lain sesuai dengan keyakinan agama masing-masing . 
>> Kethaatan dan kesholehan yang demikian seharusnya membumi dalam arti 
>> mewarnai kehidupan kita termasuk dalam kegiatan kita sebagai PNS. 
>> 
>> Kita sering lupa bahwa antara kita dengan negara ada kontrak jual beli.Dalam 
>> prinsip jual beli khususnya dalam Islam dan mungkin juga agama yang lain, 
>> kita berdosa kalau mengurangi takaran/timbangan yang kita serahkan sesuai 
>> akad jual beli untuk harga yang kita sepakati. Apa bedanya dengan kita yang 
>> secara sengaja tidak memenuhi kewajiban dengan sungguh-sungguh tiap hari 
>> kerja untuk harga yang kita terima tiap bulan. Ini sekedar renungan, 
>> teman-teman bisa setuju atau tidak. Hanya satu niat untuk "Indonesia yang 
>> lebih baik " . 
>> 
>> wassalam 
>> 
> [Non-text portions of this message have been removed] 
>      



      Pamer gaya dengan skin baru yang keren. Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru 
sekarang! http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke