Sebuah tulisan yang bagus dan dapat dijadikan rujukan.Dari isinya kita bisa 
tahu kalau sang penulis sangat memahami paket UU bidang keuangan. Ini bisa kita 
maklumi karena beliau ini adalah salah seorang anggota KPMK.
Sejatinya, tidak banyak orang yang menyukai tebak-tebakan. Jika benar tupoksi 
KPPN dapat berkembang seperti yang dipaparkan, sungguh sebuah terobosan yang 
bahkan di negara maju tempat kita belajar keuangan publik, institusi ini tidak 
pernah ada.
Saya setuju bahwa keberadaan sebuah organisasi diukur dari nilai yang 
diberikan. Dan akan lebih bernilai lagi jika itu diberikan oleh sebuah 
organisasi yang ramping dan lincah. Bukankah akan berkurang mutu nilai itu 
kalau ternyata yang menghasilkan didalamnya terlalu banyak orang yang 
terlibat.....?

Saya juga salut dengan tulisan ini karena banyak istilah asingnya dan itu 
memaksa saya untuk membuka kamus. Tapi, bukankah kita menulis agar tulisan kita 
dibaca dan dimengerti orang lain?
Saya tunggu lagi tulisanya, Pak.... Kayaknya milis ini akan tambah berbobot 
jika para  anggota KPMK yang sudah "berpraktik" di daerah ikutan nimbrung.

Nuwun sewu,
Samodero


________________________________
From: didyk choirul <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, March 31, 2009 10:05:52 AM
Subject: Bls: [Forum Prima] DJPBN Leader of Treasury dan KPPN Riwayatmu Kini




Diskusi tentang peran KPPN di masa kini dan yang akan datang, tidak dapat
dilepaskan dari  public financial management
dan treasury reform, yang berlandaskan pada  Paket UU Bidang Keuangan Negara, 
dan
international best practices. 

Secara ringkas, manajemen keuangan sektor publik menggeser urusan keuangan
tidak sekedar administratif, tapi lebih ke arah manajemen.

Kirim email ke