Dear Miliser,

Kalau mau mengejar supaya LKPP tidak disclaimer lagi, menurut saya harus ada 
program khusus yang lebih serius untuk mengejar target tidak disclaimer atau 
bahkan target WTP.

Saya mengusulkan supaya program khusus tersebut lebih fokus pada KL-KL dan 
KPPN-KPPN yang bermasalah atau mereka yang berada sedikit di atas 
garis(LKKL/LKPP) bermasalah. Bukankah sudah ada PPAKP?  Menurut saya, PPAKP 
yang dikomandani oleh teman-teman kita di Dit. APK tersebut kurang tepat 
apabila ia dimaksudkan untuk mengejar target tidak-disclaimer atau target WTP 
karena sasaran programnya kurang fokus (targeted). Akibatnya, costnya terlalu 
besar dan saya khawatir sebelum selesai satu putaran nanti (target pelatihan 
semua satker telah dipenuhi) sudah ada perubahan-perubahan yang cukup 
signifikan yang harus dilakukan terhadap modul-modul utama PPAKP.  Saya yakin 
pembinaan Satker model PPAKP yang costly tersebut suatu saat nanti akan 
direvisi.   

Mengenai verifikasi, menurut saya sebaiknya dimulai dan ditekankan pada 
aplikasi Satker (unit pengguna di hulu). Memang untuk proses selanjutnya 
diperlukan  filter-filter di KPPN, Kanwil dan Kantor Pusat DJPBN yang          
akan memastikan bahwa tidak terjadi "kebocoran verifikasi" di level Satker.

Sebaiknya Bank Persepsi (perbankan) jangan direcoki dengan verifikasi di luar 
jumlah uang, identitas penyetor dan jenis setoran. Handling yang berlebihan di 
perbankan terkait dengan administrasi penerimaan negara semestinya sudah harus 
dikurangi untuk mengantisipasi proses modernisasi treasury yang sedang 
diupayakan.

Walaupun verifikasi yang diperlukan oleh BPK untuk menilai LKKL/LKPP tidak 
selengkap/sedetil verifikasi yang kita perlukan, tetapi kita sama sekali tidak 
boleh meremehkannya. Bahkan mungkin kita harus memberikan perhatian lebih 
padanya. Itu hanya bisa dilakukan kalau Dit. APK memberitahu kepada Satker dan 
KPPN tentang kriteria verifikasi yang diperlukan untuk penilaian BPK.  

Lastly, untuk menekan cost dan memperluas daya jangkau terhadap sasaran 
pembinaan, saya menyarankan supaya kita juga memanfaatkan sarana IT (komunikasi 
data).

Semoga apa yang telah saya sampaikan, meskipun banyak diantaranya yang 
sesungguhnya merupakan pengulangan, bermanfaat untuk kita semua.

 
 
--- Pada Kam, 2/4/09, Den_Boedhi <[email protected]> menulis:

Dari: Den_Boedhi <[email protected]>
Topik: [Forum Prima] Re: LKPP 2008 dan Harapan Bu Menteri
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 2 April, 2009, 7:45 PM

Dear Budisan dan miliser yang terhormat,

Sejauh ini dari referensi yang ada juga dari upaya "dengar dengar",
sepertinya target waktu untuk lepas dari opini Disclaimer memang belum
ada. Tapi satu hal yang pasti bahwa tekad untuk mewujudkan LKPP yang
Wajar Tanpa Pengecualian sangat besar.Hanya langkah konkrit untuk
mewujudkannya saya rasa masih belum optimal.

Selama tiga tahun bekerja dalam seksi VERA, saya merasakan bahwa kita
terkesan masih bekerja sendiri sendiri. Dalam hal ini Dit APK ,maaf,
seperti bekerja mati matian sendirian. Idealnya Dit APK menerima data yang 
sudah valid dan tinggal merekap dalam suatu LKPP Tingkat Kementrian tanpa harus 
direcoki dengan permasalahan yang ada di dalam beberapa data sumber (tingkat 
Kuasa BUN).

Seandainya dari 10 besar saja belum mencapai WTP bagaimana pula dengan 
peringkat dibawahnya. Saya menyadari keterbatasan SDM dan waktu dari Dit APK 
untuk memberikan tutorial/ panduan secara langsung kepada KPPN KPPN
yang dianggap masih bermasalah dalam penyusunan LKPP Tingkat Kuasa BUN.
Tapi paling tidak jika tidak dapat diselenggarakan untuk masing masing
KPPN coba pikirkan upaya untuk mengadakan tutorial di tingkat Kantor
Wilayah. 

Apa yang menjadi kendala kita bersama selama ini adalah fungsi vilter
(verifikasi) yang belum sepenuhnya berjalan. Verifikasi seharusnya
dilaksanakan secara berjenjang, Bank Persepsi, Seksi Giro Bank/ Pos dan
terakhir seksi Vera. Seandainya filternya hanya mengandalkan seksi Vera
dimana pejabat dan pelaksananya juga rentan rotasi kerja/ mutasi saya
rasa Dit APK selamanya akan bekerja ekstra keras dengan hasil capaian
yang sedikitnya dapat kita bayangkan... .Disclaimer lagi.

Maaf, hanya sekedari sharing.


Salam hangat dari Kendari
HaBeWe
ketik GI spasi GO apakah selamanya Garbage In Garbage Out (modus Bayu Biru |: 
on).



      Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail 
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke