Para Miliser yang budiman,

Setiap orang menyadari bahwa sehat itu penting, tetapi hanya sedikit saja yang 
mampu dengan tekun berkomunikasi dengan organ-organ tubuhnya dan merawat mesin 
tubuhnya.  Ada kecenderungan ketika berusia muda kita terlalu bersemangat untuk 
mengejar kekayaan dan juga kenikmatan hidup lainnya, tetapi lupa berinvestasi 
untuk kesehatan kita.  Sebaliknya, ketika berusia tua kita baru belajar 
mengurbankan kekayaan dan kenikmatan hidup kita dan mulai berinvestasi untuk 
mempertebal buku riwayat hidup kita.  Terlambat memang, tetapi lebih baik 
daripada lupa sama sekali untuk memulai.

Kalau kita menyadari bahwa sehat itu penting, maka selain “kamus bahasa” kita 
juga perlu ditemani oleh “kamus kesehatan” yang akan menjadi acuan kita dalam 
merawat mesin tubuh kita.  Di antara sekian banyak “kamus kesehatan” yang 
tersedia di toko-toko buku, salah satunya adalah “kamus kesehatan” buatan Dr. 
Hans (Handrawan Nadesul) yang pada tahun 80-an saya kenal sebagai salah satu 
penyair yang karya puisinya dimuat di majalah sastra Horizon.  Berbeda dengan 
para dokter koleganya yang pada umumnya memfokuskan perhatiannya pada bagaimana 
cara menyembuhkan berbagai macam penyakit, Dr. Hans lebih tertarik pada 
upaya-upaya preventif supaya kita tidak sakit.  Ia berusaha menularkan 
ilmu-sehatnya kepada kita dengan menggunakan bahasa populer yang sederhana.     
 

Sehat itu murah, atau sakit itu mahal, merupakan salah satu bentuk perlawanan 
Dr. Hans terhadap jargon “Sehat itu mahal” yang telah populer di masyarakat 
sebelumnya.  “Sehat itu murah” juga merupakan judul buku terlarisnya yang 
terbit pertamakali pada akhir tahun 2006.  Pada awal tahun 2009 ini telah 
terbit bukunya yang ke-75 (Resep Mudah Tetap Sehat) yang menurut saya juga 
layak untuk dijadikan teman hidup dalam merawat mesin tubuh kita.

Semoga informasi tersebut di atas bermanfaat untuk kita semua.


Salam,
budisan     



      

Kirim email ke