Dear Milisers,
Wkt gw baca tulisan Pak Budisan, gw inget “greget” tulisan Pak Amien Sunaryadi
(mantan Wkl Ketua KPK) di Kompas 27 Juni 2008 (Birokrasi, Reformasi Komedi
Putar). Wkt itu ia bilng, kunci reform birokrasi tuh adanya di Menpan. Klo SBY
mo serius tangani reform birokrasi, ia hrs lakukan 3 langkah terobosan sbb:
“Pertama, pengosongan semua jabatan eselon I dan II di Kementerian PAN. Kedua,
rekrutmen secara profesional dan terbuka bagi semua pegawai negeri yang
memenuhi syarat, baik dari PNS, TNI, maupun Polri, guna mengisi jabatan eselon
I & II yang kosong. Ketiga, menugaskan Menneg PAN, dengan dibantu eselon I & II
yang baru direkrut, untuk menjalankan dan mengendalikan seluruh reformasi
birokrasi.”
Jujur aja, gw lebih suka reform birokrasi level Indo drpd level depkeu ato
level DJPB. Pengn bangt liat LAN, BKN n Menpan direform, lalu jd unit reform
Indo. Kali gw trmsk orang yg ga sabaran, ga sabar pengn liat Indo maju cepat.
Klo Cina n Korsel bsa maju cepat, napa kita tdk? Mungkn tulisan Koh Young Hun
(Korea Saja Bisa, Apalagi Indonesia) bsa mmberikan inspirasi kpd kta.
Dlm tulisanny Pak Budisan bilng bhw organisasi OB tuh organisasi yg drancang
sesuai kbutuhan. The problem is klo organisasi kita butuh top manajer (pjabat
es I n II) kualitas no.1, apa (spt saran Pak Amien) kta akan kosongkan smua
jabatan es I n II, trus kita pilih the best available people mel rekrutmen
scara profesional? Ktanya, dl pjabat es-2 yg lulus asesmen utk es-2 cma 2.
Lalu, mrka yg ga lulus mo dkemanakan? Apa mrka prlu dberikan “diklat
pmbekalan” bbrp hari, n then dites lg?
Pak Budisan jg nulis “….pejabat eselon IV dipilih dari para pegawai pelaksana
yang dinilai terbaik dan pantas untuk menduduki jabatan tersebut. Demikian pula
bahwa pejabat eselon III dipilih dari pejabat eselon IV terbaik, dan pejabat
eselon II dipilih dari pejabat eselon III terbaik.” Pertanyaan gw, napa ga
lbih open? Misalnya, pjabat es II trbaik jg bsa dipilih dr pjabat es IV yg baru
aja tamat S3?
Pertanyaan gw lainnya, utk para Milisers. Apakh jml peg KPPN Percontohan tuh
boleh lebih dr jml peg yg dbutuhkan? Apakh KPPN Percontohan akan khilangan
predikat “percontohan”nya klo jml pegnya banyk spt dl lg? Bukankah pekerjaan di
KPPN tuh masih bsa digali lg n dsesuaikan dg kbutuhan peg yg brlebih? Demikian
pula halnya dg pekerjaan di Kwl.
Mnrt gw, proses mnuju reform tuh ibarat suatu langkah ketika kaki kita yg satu
sdh berpijak di bulan tp kaki lainnya masih terkunci di bumi. Tul ga ya?
>From Bayu Biru with Love
Ketik R spasi KS spasi B spasi KL spasi B…Reform is Kaki Satu sudah di Bulan,
tapi Kaki Lainnya masih di Bumi…