Mengubah paradigma, mindset, memang tidak mudah... Meskipun katanya sudah reformasi....penyakit senang melihat orang susah, susah melihat orang senang, mungkin belum hilang dari benak sebagian pejabat kita. Ini penyakit lama para pejabat dulu yang 'diwariskan' ....
Kalau cara pandang diubah: 1. Mereka yang keluar telah berjasa mengurangi beban kelebihan pegawai di depkeu pada umumnya. 2. Mereka yang keluar telah berjasa menjadikan ditjen pbn mengevaluasi kebijakan secara menyeluruh. 3. Mereka telah berjasa mengurangi 'peta persaingan' calon pejabat di ditjen pbn (ibarat keluarga yang banyak anaknya, 'merantau' sangat membantu mengurangi beban) Kalau bagian kepegawaian tidak mengubah cara pandang, saya kira akan sulit memperbaiki keadaan. Justru yang ada adalah saling berbalas dendam, yang mungkin saja akan terbawa sampai ke akhirat kelak. Sebenarnya hal ini merugikan kedua belah pihak. Di akhirat kelak, selaku pejabat, tentu segalanya akan dimintakan pertanggungjawaban. Bukankah jabatan adalah kekuasaan dan kelak akan dipertanggungjawabkan? ________________________________ From: Andre Wardhana <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, August 17, 2009 1:31:35 AM Subject: [Forum Prima] career vs Barrier... Eselon II udh dilantik, Sebentar lagi eselon III trus es IV dan kemudian Pelaksana… Pengabdian terus berlanjut, karier terus meningkat, kemampuan/skill akan meningkat atau paling tidak mendapatkan suasana kerja baru… Tp di sisi lain Bagaimana dgn nasib pelaksana yang masih mendapat status cekal…? Gara-gara pernah ngajuin pindah ke es I lain dan gagal/ternyata masih ingin di DJPBN…? Sudah kena ”hukuman” mutasi ke remote area (dan yang pasti jangankan promosi, mutasi ke tmp yg lebih baik tidak akan pernah diperoleh... .ini kata eks kasie mutasi lho...), kemudian juga tidak boleh mendapat kesempatan diklat/ beasiswa (di ”cut” di bag. Adm kepeg),...wah bener bener mentok deh karier pegawai yg mendapat status blacklist dr bag.. Kepeg....entah smp kapan akan menjadi kaum ”Marjinal” di Ditjen ini (karena mmg tidak jelas smp kpn mendapat ”punisment” ini)... Mohon pendapat rekan-rekan sekalian terhadap permasalahan ini.....saya yakin ada banyak pegawai di Ditjen ini seperti saya yg pernah ”khilaf” pernah mengajukan pindah karena ketidaktahuan semata, yang saat ini ingin kembali berkarier di DJPBN ini sama spt pegawai yg lain...

