Sdr. Andre,
Marilah kita nikmati pola karir di Departemen Keuangan ini dengan penuh rasa 
optimis dan baik sangka.
Jangan merasa bahwa kita dicekal karena dimutasi ke remote area (walau itu 
mungkin kenyataan yang dirasakan) tapi anggap saja sebagai pengkayaan 
pengalaman baik untuk karir sebagai pegawai maupun untuk keluarga (jika sudah 
berkeluarga).
Bekerjalah dengan baik dan hati yang ihlas, insya Allah anda sendiri yang akan 
menikmati hasilnya. Mungkin pejabat yang lalu dan yang sekarang belum dapat 
menghargai pengabdian kita mudah-mudahan pejabat berikutnya dapat memberikan 
apresiasi (secara alamiah jabatan itu akan berganti). 
Jangan juga terlalu merasa bersalah karena memintan pindah ke Ditjen lain, toh 
itu hanya sebagai upaya anda untuk dapat meningkatkan pengabdian di Dep. 
Keuangan. Hanya saja atasan atau pejabat yang berwenang mempunyai pandangan 
yang berbeda. Perbedaan bukan suatu kesalahan.
Bersemangatlah dalam bertugas, karir anda masih panjang dan anda sudan dan 
masih bertugas di Dep. Keuangan. Ingat.. masih banyak sekali yang antri hanya 
sekedar untuk mencari kerja.

tardjani.blogspot.com

--- On Mon, 8/17/09, Andre Wardhana <[email protected]> wrote:

From: Andre Wardhana <[email protected]>
Subject: [Forum Prima] career vs Barrier...
To: [email protected]
Date: Monday, August 17, 2009, 3:31 PM






 




    
                  Eselon II udh dilantik, Sebentar lagi eselon III trus es IV 
dan kemudian Pelaksana…

Pengabdian terus berlanjut, karier terus meningkat,  kemampuan/skill akan 
meningkat atau paling tidak mendapatkan suasana kerja baru…

Tp di sisi lain Bagaimana dgn nasib pelaksana yang masih mendapat status 
cekal…? Gara-gara pernah ngajuin pindah ke es I lain dan gagal/ternyata masih 
ingin di DJPBN…? 

Sudah kena ”hukuman” mutasi ke remote area (dan yang pasti jangankan promosi, 
mutasi ke tmp yg lebih baik tidak akan pernah diperoleh... .ini kata eks kasie 
mutasi lho...), kemudian juga tidak boleh mendapat kesempatan diklat/ beasiswa 
(di ”cut” di bag. Adm kepeg),...wah bener bener mentok deh karier pegawai yg 
mendapat status blacklist dr bag.. Kepeg....entah smp kapan  akan menjadi kaum 
”Marjinal” di Ditjen ini (karena mmg tidak jelas smp kpn mendapat ”punisment” 
ini)...

Mohon pendapat rekan-rekan sekalian terhadap permasalahan ini.....saya yakin 
ada banyak pegawai di Ditjen ini seperti saya yg pernah ”khilaf” pernah 
mengajukan pindah karena ketidaktahuan semata, yang saat ini ingin kembali 
berkarier di DJPBN ini sama spt pegawai yg lain...




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke